Perebutan Kursi Jabatan Sekdaprov Jatim

\"\"

SURABAYA (jurnalberita.com) - Menjelang akhir masa jabatan Sekdaprov Jatim di tangan Dr. H. Rasijo, akhirnya Gubernur Jatim Dr. H Soekarwo terpaksa berkirim surat ke Mendagri yang isinya mengusulkan perpanjangan masa jabatan Rasijo dan sekaligus mempersiapkan dua nama calon pengganti, yaitu Dr. H. Imam Sukardi dan Dr. H. Akhmal Budianto, SH MH.

Sementara di kalangan DPRD Jatim beredar polarisasi yang cenderung berbeda dalam mendukung para calon pengganti Rasijo yang akan memasuki masa pensiun dan sudah pernah diperpanjang ketika masih duduk sebagai Kepala Dinas Pendidikan Jatim itu.

Polarisasi Dewan itu ditandai tiga kelompok, pertama mendukung perpanjangan masa jabatan Sekdaprov Jatim bagi Rasijo, yang diungkapkan vulgar oleh HM. Mochtar anggota Komisi A dari fraksi  Partai Golkar FPG). Namun pihak berwenang FPG menyatakan bahwa itu bukan sikap fraksi tapi suara pribadi HM Mochtar.

Begitu pula dukungan kuat Pimpinan Komisi A, H. Sabron D kepada Akhmal Budianto. Dikatakan H. Sabron D. Pasaribu, bahwa sosok Akhmal teruji dan posisinya dulu sebagai Sekwan Jatim, sehingga tinggal menggeser sedikit ke Sekdaprov Jatim. Dan kini sebagai Kepala BKD Jatim, Akmal berhasil membenahi kinerja PNS.

Untuk sosok Sukardi yang disiapkan partai Demokrat Jatim untuk menggantikan Rasijo, menunjukkan sikap yang beraroma nepotisme. Sebagaimana ketua Komisi E, H Achmad Iskandar mantan Eksekutif yang diam-diam menjagokan Sukardi, kendati banyak anggota fraksi PD bernada tidak setuju.

Tidak ketinggalan, Hadi Prasetyo mantan Ketua Bappeda Jatim yang dikenal handal dan piawai ini, diharap para politisi Gerindra bisa duduk sebagai Sekdaprov Jatim. “Saya respek Pak Prasetyo, dia dinilai banyak pihak supel dan menguasai persoalan pembangunan di Jatim. Kalau soal manuver politiknya jangan dinilai sepihak,” kata H Tjutjuk Sunario.

Kalangan politisi itupun berharap, Gubernur Jatim mau mengedepankan kepentingan rakyat dan Pemprov Jatim. “Hal ini sangat penting, dan kalau kriterianya balas budi, maka bisa dinilai irasional. Kita butuh orang yang memenuhi kriteria rasional dan tentunya harga (cost) politiknya tidak murah,” singgung Sabron, Tjutjuk dan Soleh Hayat yang ditemui terpisah. (jbc5/jbc1)

Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*