Saling Serang Aktivis Pro Vs Kontra Sekkab Pacitan

Mulyono. (ist)

PACITAN (jurnalberita.com) – Aksi unjuk rasa menuntut mundur Sekkab Mulyono yang pernah digeber aliansi mahasiswa dan masyarakat, mendapat serangan balik dari sejumlah pihak. Beberapa tokoh aktivis yang mengatasnamakan konsorsium lembaga swadaya masyarakat (LSM), melayangkan surat tertutup kepada Bupati Pacitan. Lain itu, para aktivis yang disinyalir pro Sekkab Mulyono tersebut juga melayangkan tembusan ke sejumlah pihak, seperti Gubernur Jatim dan Ketua DPRD Pacitan.

Diperoleh informasi dari banyak sumber, surat bernomor 07/Kon LSM/Kep.S/XII/2011 itu memuat pernyataan sikap dari para aktivis LSM. Setidaknya ada 7 butir pernyataan yang tertulis dalam surat yang ditandatangani John Ahmadi, ketua LSM LP2AM, Rusmiadi, Ketua LSM Star, dan Endi Sukhaeri, Ketua LSM HPUKP. Konsorsium tiga LSM itu menyebut, unjuk rasa yang dilakukan pada Jumat (2/12/12) lalu, dianggap belum mencerminkan perwakilan dari unsur masyarakat. Lain itu, mereka juga menuding penggerak aksi demo dianggap belum jelas kapasitasnya, tidak untuk kepentingan masyarakat, serta tidak berorientasi pada azas kemanfaatan.

Pada butir ke-3, gabungan LSM itu juga menyatakan, aksi demo yang bertujuan menggulingkan Sekkab, dianggap mengusik kinerja bupati, serta mengindikasikan melemahkan kinerja pemerintahan. Ekstrimnya lagi, mereka menyatakan aksi aliansi mahasiswa dan masyarakat itu dituding bernuansa politis dan balas dendam. Terkait beberapa persoalan yang pernah dialami Sekkab Mulyono, mereka menyatakan itu musibah pribadi yang tidak ada keterkaitannya dengan urusan kedinasan.

“Ada mekanisme hukum yang berlaku, bagi yang bersangkutan (Sekkab Mulyono),” beber tiga pentolan LSM yang dituangkan melalui surat tersebut. Pada poin terakhir, para aktivis kawakan itu meminta agar Bupati Indartato bisa menyikapi secara arif dan bijaksana. Masih ada kepentingan yang lebih besar, dari sekedar melengserkan Sekkab Mulyono. Mereka menilai, pejabat berjuluk AE 6 itu masih berpotensi menjalankan roda pemerintahan di Pacitan.

Saat dikonfirmasi, Sekretaris DPRD Pacitan, Mawardi, mengatakan memang ada surat masuk ke lembaga DPRD, Senin (5/12) lalu. Namun, apakah surat itu berasal dari konsorsium LSM atau yang lain, ia belum bisa memberikan penjelasan. Apalagi terkait isi dari surat tersebut.

“Saya belum membaca, sebab surat itu tertutup dan ditujukan pada Ketua Dewan. Saat ini masih di meja beliau (Ketua DPRD, red),” kata Mawardi, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (7/12). (jbc15/jbc1)

Tags: , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site