Warga Resah Kabar Gusuran Bantaran Sungai Sesayap

\"\"

TANAH TIDUNG (jurnalberita.com) – Luasnya wilayah Kalimantan Timur, membuat daerah yang jauh dari ibukota provinsi lambat dalam melakukan pembangunan infrastruktur. Salah satu upaya mempercepat ketinggalan pembangunan adalah dengan melakukan pemekaran kabupaten. Salah satunya adalah Kabupaten Tana Tidung.

Berdirinya Kabupaten Tana Tidung, juga diimbangi dengan pembangunan serta berdirinya kantor Bupati yang terletak tidak jauh dari pelabuhan, maupun kantor instansi pemerintah lainnya, baik dinas maupun badan,  untuk mendukung jalannya proses administrasi dan pemerintahan.

Sayangnya, percepatan pembangunan membuat gelisah masyarakat Tana Tudung yang sudah turun temurun mendiami bantaran tepi sungai Sesayab sebagai tempat tinggal maupun berdagang memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Berhembusnya kabar penggusuran, membuat mereka menjadi resah.

“Saya dengar dengar dari kawan, kalau Pemkab Tana Tidung mau menggusur rumah atau warung yang berdiri di atas sungai. Kami dari dulu sudah mendiami rumah ini,” ujar salah satu pemilik warung di lokasi pelabuhan saat dijumpai jurnalberita.com, Senin (12/12/11) kemarin.

Ia menambahkan, bila pelabuhan atau lokasi yang saat ini dijadikannya tempat tinggal sekaligus membuka usaha serta mencari rejeki, merupakan lokasi yang sangat ideal karena berdekatan dengan pelabuhan.

“Kalau disuruh pindah, terus kami disuruh usaha apa untuk menghidupi keluarga. Seandainya kami dapat ganti rugi dari Pemkab dan disuruh pindah, lokasi yang baru tidak memungkinkan untuk usaha warung,” tegasnya.

Uus Ruswanda, Kabag Humas Kabupaten Tana Tidung saat dikonfirmasi diruangannya, mengatakan Pemkab memang berencana membuat jalur hijau di tepi sungai sesuai tata kota.

“Sekarang ini pihak Pemkab Tanah Tidung belum melaksanakan sosialisasi ke pada masyarakat yang mendiami tepi sungai,” ujar Uus.

Pihaknya, kata Uus, akan meniru Pemkot Solo dalam merelokasi PKL yang tidak menimbulkan gesekan dengan masyarakat.

“Sebelumnya, kami akan memberikan penjelasan mengenai pentingnya jalaur hijau di tepi sungai untuk anak cucu kita. Kami juga terlebih dahulu akan melakukan sosialisasi kepada tetua adat serta tokoh masyarakat di Tana Tidung,” ungkapnya. (jbc3/jbc2) 

Tags: , , , , ,
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

3 Responses

  1. Pak Bupati harus bijaksana sebelum di gusur demi keindahan kota rela menggusur warga yang puluhan tahun mendiami tepi sungai ….?

  2. klu di gusur rakyat kecil kerja di mna berfikir sebelum melakukan.,.,.,.,.,.

  3. semua itu butuh kerjasama pemkab dan warga, semua demi kebaikan semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*