Ada Arena Sabung, Kompetisi Ayam Dibubarkan

Arena sabung ayam yang ada di kompetisi ayam jago. (foto : jbc6)

GRESIK (jurnalberita.com) – Kompetisi Ayam Jago yang pertama kali diadakan Paguyuban Penggemar Ayam Jago Indonesia (Papaji) Gresik di Sarana Olah Raga (SOR), PT Petrokimia Gresik, Jl. A.Yani, Minggu (8/1/12) kemarin, dibubarkan aparat Kepolisian Resor (Polres) Gresik. Selain tidak mendapat izin dari kepolisian, Bupati Gresik juga tidak memberikan izin.

“Kami sangat menghargai kegiatan ini, tapi pertimbangan yuridis, sosiologis dan historis Gresik sebagai kota santri, maka kami menunda acara ini. Apalagi masih ada pro kontra antara Bupati Gresik, MUI terhadap kompetisi ini,” ujar Kasat Reskrim Polres Gresik, Muhamad Nur Hidayat, di lokasi acara.

Dari pengamatan di lokasi kompetisi, juga nampak terlihat arena adu ayam. Hal inilah yang kemungkinan besar dikhawatirkan aparat kepolisian, Bupati Gresik maupun MUI Gresik, bila  acara kompetisi hanya sebagai kedok untuk acara sabung ayam yang menjurus pada perjudian. Hingga perlu kajian ulang dan mendalam.

“Sebelumnya sudah ada pertemuan antara Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto, MUI Gresik, Chusnan Ali serta panitia. Dalam pertemuan itu masih belum ada kesepakatan untuk menyetujui kompetisi ayam jago tersebut, sehingga pelaksanaannya dilakukan penundaan,” imbuhnya.

Sementara ratusan peserta yang datang dari seluruh Indonesia, seperti dari Jakarta, Semarang, Bawean, Jombang, Malang, Madura, dan Tanjung Pinang, Riau, sejak pukul 06.30 WIB sudah memenuhi halaman SOR PT Petrokimia Gresik, tetapi mereka tidak bisa masuk karena pintu gerbang dijaga ketat aparat kepolisian.

“Kami sudah mengajukan izin sejak November 2011, tapi surat balasan dari Polres Gresik apakah disetujui atau tidak secara resmi tidak segera diberikan,” kata Farid Abdillah, Ketua Pelaksana dan Ketua Papaji cabang Gresik.

Padahal, dalam mengadakan kegiatan itu sudah mendapatkan izin dari Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olah Raga, ijin keramaian dari Kepolisian Sektor Gresik dan mendapatkan izin tempat di PT Petrokimia Gresik untuk melakukan kegiatan keramaian di depan SOR. “Kami ini mengumpulkan penghobi ayam, tidak ada unsur perjudian,” imbuh Farid dengan kesal terhadap sikap kepolisian.

Akibat tertundanya acara tersebut, pihak panitia mengalami kerugian puluhan juta rupiah. Bahkan puluhan peserta juga mengalami kekecewaan.

“Kami sangat kecewa dengan sikap pihak aparat yang hanya menjaga saja. Tidak ada kejelasan, apakah membubarkan atau tidak dalam acara ini,” kata Aris Mujianto (42), warga Kalideres, Jakarta Barat. (jbc6/jbc2) 

Tags: ,
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

One Response

  1. iki gak sabung ayam cak, tapi ajang adu ketangkasan ayam jago…. taji ayam juga dikasi pelindung agar tidak melukai ayam lawannya…..

    pihak polisi saja yang tidak tegas, kalau ada konfirmasi diterima atau ditolak ijinnya kan enak, jadi kami bisa menggagalkan atau meneruskan kegiatan kami ini….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site