Bulog Janjikan Kualitas Raskin Lebih Baik

Uman Iswahyudi bersama tim Bulog Divre Surabaya Utara dan Komisi D DPRD Gresik saat klarifikasi kualitas raskin. (foto:sdm)

GRESIK (jurnalberita.com) - Terhitung sejak akhir Desember 2011 lalu, jatah Raskin ke-13 tahun 2011 untuk Kabupaten Gresik sudah cair dan dikirim ke berbagai wilayah di Gresik.

Sebanyak 816.210 kg jatah raskin ke-13 dialokasikan untuk 54.414 Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM) se Kabupaten Gresik. Keterangan ini disampaikan oleh Kasubag Sosial dan Ketenagakerjaan bagian Kesra, Uman Iswahyudi saat mendampingi tim dari Bulog Divre Surabaya Utara dan Komisi D DPRD Gresik untuk klarifikasi kualitas raskin, Kamis (5/1/12).

Meski hadir tidak bersamaan, tapi pihak Bulog Divre Surabaya Utara dan Komisi D DPRD Gresik bertemu di Kelurahan Gending. Kehadiran mereka ini untuk mengklarifikasi terkait kualitas jatah raskin ke-13 yang katanya di bawah standar. Rombongan Komisi D DPRD Gresik yang diketuai Chumaidi Ma’un serta 2 orang koordinator lapangan wilayah Gresik Bulog Divre Surabaya Utara, Luki dan Harmaji langsung melakukan recek jatah raskin ke-13 tersebut.

Ada 2 tempat yang didatangi koordinator Bulog, yaitu di Kelurahan Sidomoro dan kelurahan Gending. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Chumaidi Ma’un di Kelurahan Gending, pihak DPRD menyatakan jatah raskin ke-13 kali ini kurang bagus, dengan kondisi prosentase broken sangat tinggi. Melihat kenyataan yang demikian Chumaidi Maun meminta kepada Bulog agar untuk kiriman raskin selanjutnya bisa lebih baik. “Tolong agar Bulog memperbaiki kualitas kiriman raskin selanjutnya,” pinta Chumaidi serius yang diamini anggota komisi D lain.

Terkait hal ini, pihak Bulog menyatakan jatah raskin ke-13 tersebut masih layak. Namun hal ini diakui oleh Luki, koordinator lapangan raskin wilayah Gresik. Memang kualitas beras jatah raskin ke-13 ini kurang baik. Namun demikian masih masuk dalam kategori layak konsumsi. “Memang kalau dibandingkan dengan beras kualitas super di pasaran ya masih jauh,” jelasnya.

Menurut pengakuannya, pihak Bulog mengalami kesulitan dalam pengadaan raskin pada periode tersebut. “Dari jatah raskin yang kami butuhkan untuk dialokasikan ke RTSPM sebesar 50 ribu ton, kami hanya mendapat 4 ribu ton saja,” ujar Luki tentang kesulitan pengadaan raskin di institusinya.

Namun pihaknya berjanji siap mengganti jatah raskin dengan yang lebih baik apabila raskin yang sudah dikirim tersebut rusak dan tidak layak konsumsi. “Silahkan telepon saja, meski hanya sekarung kami layani,” ujar Luki lagi. Luki juga berjanji untuk kiriman bulan depan dan bulan-bulan selanjutnya akan lebih baik. (sdm/jbc6/jbc1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site