Ditangani Kanwil, Pencairan TF Guru Amburadul

TUBAN (jurnalberita.com) – Pencairan Tunjangan Fungsional (TF) di Kantor Kementerian Agama Tuban amburadul. Sejumlah guru belum dapat mencairkan dana tunjangan lantaran diduga adanya manipulasi data di Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Jawa Timur.

Meski sebagian besar guru dibawah naungan Kemenag Tuban sudah mencairkan dana TF sejak seminggu lalu, namun masih terdapat guru yang hingga kini belum juga mendapat pancairan tunjangan.

“Saya gak tahu, kenapa di rekening tidak ada kiriman. Padahal teman yang lain sudah bisa dicairkan,” ungkap Yuliati, salah seorang guru Madrasah Tsanawiyah di Kecamatan Tambakboyo.

Menurutnya, dirinya sudah mendapat informasi bakal mendapatkan pencairan tunjangan tersebut, namun hingga kini, setiap kali di kroscek di kantor pos, selalu tidak ada saldo atau uang kiriman dari Kanwil Kemenag Jawa Timur. “Saya setiap hari ngecek di kantor pos dan bank juga gak ada,” ungkapnya..

Selain Yuliati, informasi yang diterima jurnalberita.com, masih terdapat beberapa orang guru yang juga belum mendapat pencairan tunjangan fungsional. Keempat orang guru itu diantaranya, Umbarsari, Zahrotun Nisa dan Weti Wijayanti dari MI dan MTs Nahdlotul Waton Kecamatan Tambakboyo dan Wiwik dari Kecamatan Rengel.

Sesuai ketentuan, setiap guru akan menerima Rp.250 perbulan. Dan pencairan dilakukan oleh pemerintah selama satu semester atau 6 bulan sekali. Namun di tahun 2011, tunjangan fungsional di Kabupaten Tuban, cair di akhir tahun.

Totalnya, tiap guru akan menerima tunjangan sebesar Rp.3 juta. Namun, dari informasi yang diterima, tiap guru hanya menerima Rp.2.850.000. sedangkan sisanya sebesar Rp.150.ribu dipotong dengan alasan untuk administrasi.

Terpisah, Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Tuban Leksono saat dikonfirmasi terkait masalah dalam pencaian TF mengatakan, bakal berusaha membawa data mereka ke Kantor Wilayah Kemenag Jatim. “Kita akan invetarisir nama-nama mereka, lalu kita bawa ke Kanwil,” jelasnya.

Saat ditanya penyebabnya, Leksono mengatakan belum mengetahuinya. “Dulu kalau kita yang menangani, dua hari langsung selesai,” ujarnya.

Proses pencairan TF yang ditangani langsung Kanwil Kemenag Jatim, diduga terjadi manipulasi data, karena ada pengurangan jatah atau kuota guru yang mendapatkan tunjangan. Dasar pengurangan kuota yang mendapat tunjangan juga tidak jelas. Akibatnya, puluhan guru di Kabupaten Tuban mengeluh karena tidak lagi mendapatkan tunjangan, meski di tahun sebelumnya mereka mendapat tunjangan. (jbc11/jbc2)

Tags: , , , , ,
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

One Response

  1. Itulah Indonesia tempat Gudangnya korupsi percuma masi ada KPK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*