Pohon Sengon Berdiameter 1,5 Meter Hancurkan Rumah Warga

Pohon sengon yang menimpa rumah Miratin. (foto:jbc15)

PACITAN (jurnalberita.com) - Sebatang pohon Sengon Jawa berdiameter sekitar 150 centimeter ambruk tertiup kencangnya angin di Pacitan. Sengon rapuh tersebut tumbang dan mengenai bagian belakang rumah Tukilan (56), warga Dusun Mloko Sedeng Pacitan. Hampir separuh bagian rumah ambruk dan sejumlah perabot rusak tertimpa material bangunan.

Kendati pemilik rumah berada di dalam rumah saat kejadian, namun tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa itu. Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 25 juta.

Diceritakan Miratin, Istri Tukilan, pohon sengon tersebut tumbang saat Ia bersama suami sedang berada di dalam rumah. “Saat itu saya sedang makan dan bapak lagi mandi. Untung saja saya cepat lari keluar,” ungkapnya.

Spontan dirinyapun lari tunggang langgang keluar lewat pintu samping. Betapa terkejutnya Miratin ketika melihat batang pohon berukuran cukup besar menghancurkan separuh atap rumahnya. Suara keras akibat rumah tertimpa pohon Sengon itu terdengar ke telinga para tetangga. Sejumlah warga akhirnya berdatangan lokasi kejdian. Mereka menyingkirkan batang pohon dari atap. Sebagian yang lain mengeluarkan perabot.

“Pohonnya dipotong dengan gergaji dan kapak,” terang Miratin.

Kepala Pelaksana BPBD Pacitan, Tri Mudjiharto mengatakan, kerusakan rumah akibat tertimpa pohon sudah sering terjadi. Angin belakangan ini bertiup amat kencang karena pengaruh anomali cuaca. Selain itu, datangnya musim barat. “Angin laut bertiup dari barat ke timur,” jelasnya.

Kondisi itu diprediksi akan berlangsung hingga akhir Februari nanti. Apalagi, BMKG sudah melansir data ke BPPD Pacitan. Tri berharap warga meningkatkan kewaspadaan bencana, yang salah satunya dengan menebang pohon yang menjulang tinggi di sekitar pemukiman dan jalan raya. “Masyarakat harus selalu waspada, karena kejadian alam tidak bisa diprediksi kapan datangnya,” ungkap Tri. (jbc15/jbc1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site