Polres Tuban Bekuk Bandar Pil Carnopen

\"\"

TUBAN (jurnalberita.com) – Jajaran Reserse Narkoba (Reskoba) Polres Tuban, berhasil membekuk bandar pil Carnopen. Dari tangan tersangka Sueb Baya ‘sub (60), warga Jl. KH Mustain Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Kota Tuban, polisi behadil mengamankan 10.000 butir pil yang masuk dalam daftar G ini..

Penangkapan terhadap tersangka, berawal dari informasi yang diterima aparat Reskoba Polres Tuban, bila tersangka baru saja melakukan transaksi pil Carnopen dengan seorang bandar besar dari Surabaya. Ribuan butir pil tersebut rencananya akan diedarkan di sejumlah pengecer di wilayah Tuban sebagai wilayah ‘kekuasaannya’.

Mendengar informasi tersebut, polisi segera menindaklanjutinya. Dalam waktu beberapa jam kemudian,  tersangka berhasil dibekuk di rumahnya. Dalam pengeledahan di rumah tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti 10 boks pil Carnopen, yang berisi 10.000 butir pil yang siap edar.

Kepada polisi yang melakukan interogasi di Mapolres Tuban, tersangka yang sebelum menjadi bandar Narkoba berprofesi sebagai makelar kayu ini, mengaku membeli ribuan butir pil tersebut dari hasil menjual meja miliknya.

Tersangka juga mengaku membeli 10 box pil Carnopen tersebut seharga Rp. 1.550.000 dari seorang bandar gede di Terminal bus Bungurasih Surabaya. Rencananya, ribuan butir pil itu akan dijualnya seharga Rp. 1.750.000.

“Tersangka ini merupakan bandar yang selama ini menjadi incaran polisi,” ungkap Kasubag Humas Polres Tuban, AKP Noersento kepada wartawan.

Menurutnya, selain menjadi bandar gede, tersangka juga salah satu jaringan Narkoba yang ulet dan licin, hingga polisi selalu sulit menangkapnya. “Tersangka terkenal licin dan ulet, ia selalu lolos setiap petugas kami memantau dan hendak melakukan penangkapan,” jelasnya.

Kini, tersangka harus meringkuk di sel tahanan Mapolres Tuban guna menjalani pemeriksaan dan pengembangan oleh petugas. “Kita akan jerat tersangka dengan UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, karena mengedarkan obat daftar G tanpa ijin, dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara,” kata Noersento. (jbc11/jbc2)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*