PT BAG Digeruduk Warga Sumurcinde

Aksi demo yang dilakukan warga Desa Sumurcinde menuntut prioritas tenaga kerja dalam rekrutmen. (foto : jbc11)

TUBAN (jurnalberita.com) – Ratusan warga Desa Sumurcinde Kecamatan Soko, Rabu (11/1/12) menggelar aksi unjuk rasa di kantor perwakilan PT Bahtera Abadi Gas. Mereka menuntut diprioritaskan dalam setiap rekrutmen tenaga kerja.

Aksi demo di depan kantor perwakilan perusahaan, yang akan mengoperasikan Stasiun Pengangkutan dan Pengisian Bulk Elpiji (SPPBE), dilakukan usai warga melakukan konvoi mengelilingi desa.

“Kami meminta 80 persen tenaga kerja harus dari warga Desa Sumurcinde,” kata Agus Supriyadi, kordinator aksi meneriakkan tuntutan warga.

Selain berorasi, mereka juga membentangkan sejumlah poster berisi hujatan terhadap perusahaan. Tak sabar menunggu perwakilan perusahaan, warga sempat hendak merangsek masuk ke dalam lokasi perusahaan. Namun, aksi itu berhasil dihalau dengan cekatan oleh aparat dari Polres Tuban dan TNI, sembari menghimbau agar warga tidak melakukan aksi anarkis.

Selang beberapa menit warga melakukan orasinya, perwakilan PT BAG yang langsung datang dari Jakarta, bersedia menemui 5 orang perwakilan wrga didampingi Amin, selaku Kepala Desa setempat.

Dalam dialog yang dimediasi Muspika setempat, warga tak mau panjang lebar dan dengan tegas mengutarakan maksud dan tujuan aksi yang mereka lakukan.

“Kami tidak mau bertele-tele. Kami hanya butuh kesediaan perusahaan untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal dengan jumlah 80 persen dari tenaga kerja yang dibutuhkan,” ungkap Mukmin, salah satu perwakilan warga.

Menanggapi tuntutan itu, Irfan perwakilan perusahaan menyatakan belum bisa memenuhi karena pertimbangan desa lainnya yang juga berada di ring I perusahaan, antara lain Desa Banjarsari dan Sokosari. “Terus dua desa yang lainnya bagaimana kalau Sumurcinde minta 80 persen?” ungkap Irfan.

Jawaban Irfan itu dimentahkan warga dengan alasan lokasi yang ditempati perusahaan merupakan daerah terdekat dengan desa mereka. “Pokoknya kami tidak mau tahu, kalau desa yang lainya kan bisa minta perusahaan sebelah seperti Petrochina,” jawab Mukmin.

Diaolg sempat berlangsung tegang, saat Andi selaku kepala operasi meminta warga keluar dari ruangan jika tidak setuju. “Kalau anda tidak setuju keluar saja,” celetuk Andi dihadapan perwakilan warga.

Mendengar hal itu, spontan emosi warga terpancing. Ketegangan mereda setelah Komandan Rayon Militer (Danramil) setempat Sugiyanto angkat biacara dan menyampaikan agar peretemuan tidak berlangsung dalam suasana panas..

Kades Amin  yang berada di ruangan juga meminta perwakilan warga tidak terpancing emosi. Ia juga meminta agar pihak perusahaan secepatnya mengambil keputusan terkait tuntutan warga.

Sebelumnya sempat terjadi warga Desa Sumurcinde mendapat jatah 50 persen tenaga kerja yang dibutuhkan namun warga tetap bersikukuh meminta 80 persen. Warga akhirnya memberi toleransi kepada perusahaan. Bila tidak dilaksanakan warga mengancam akan menutup aktivitas perusahaan.

Sekitar pukul 12.30 WIB, aksi warga berhenti dan mereka membubarkan diri setelah pihak manajemen perusahaan bernegoisasi dengan beberapa Kades yang berlokasi didekat perusahaan dan tercapai kesepakatan 70 persen tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan berasal dari warga Desa Sumucinde. (jbc11/jbc2)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site