Tahun 2011, Arus Petikemas Tanjung Perak Naik 10%

PT TPS Naik, Konvensional Top, PT BJTI Down

\"\"

SURABAYA – Sarana pengiriman barang menggunakan petikemas makin diminati pelaku usaha. Selain kerusakan resiko barang lebih kecil dan efisien, barang yang dikirim menggunakan petikemas lebih terlindungi dari cuaca.

Bukti makin diminatinya petikemas dapat dlihat dari makin meningkatnya arus petikemas di seluruh pelabuhan di Indonesia, tidak terkecuali di pelabuhan dilingkup PT Pelindo III (Persero). Salah satunya arus petikemas melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Berdasarkan data dan realisasi arus petikemas di Pelabuhan Tanjung Perak, pada tahun 2011, tercatat  sebanyak  2.205.886 box, setara dengan 2.643.518 teus (twenty-foot equivalent unit). Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 10%, baik dalam satuan box maupun teus, bila dibandingkan dengan arus petikemas pada tahun 2010 sebanyak  2.012.279 box atau setara dengan 2.426.896 teus.

Kenaikan dan angka arus petikemas di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, ‘dipasok’ dari arus petikemas di dua terminal yakni, Terminal Konvensional, Terminal Petikemas Surabaya (PT TPS). Sementara dari Terminal Berlian justru terjadi penurunan.

Dari Terminal Konvensional, arus petikemas terealisir sebanyak 538.658 box atau setara dengan 569.968 teus. Realisasi tersebut terjadi peningkatan 52% dalam satuan box dan 56% dalam satuan teus.

Peningkatan cukup signifikan itu terjadi, salah stunya, disebabkan  beroperasinya Terminal Multipurpose Nilam Timur, yang merupakan terminal khusus bongkar muat petikemas modern yang melayani melayani kapal dengan tujuan Kalimantan dan Kawasan Timur Indonesia.

Peningkatan arus petikemas juga terjadi di Terminal Petikemas Surabaya (PT TPS). Pada tahun 2011, arus petikemas terealisir sebanyak 944.416 box atau 1.278.786 teus. Dengan kata lain, meski tidak begitu signifikan, namun terjadi peningkatan arus petikemas sebesar 5%, baik dalam satuan box maupun teus, dari tahun 2010 yang terelaisir sebanyak 902.063 box atau 1.231 901 Teus.

Sayangnya, keberhasilan dan sukses dua terminal, tak diikuti dengan arus petikemas di Terminal Berlian. Di terminal yang dikelola anak perusahaan PT Pelindo III (Persero), yakni  PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (PT BJTI) ini, terjadi penurunan arus petikemas pada tahun 2011 sebesar 4%, atau hanya terealsisasi sebesar 722.812 box atau 794.764 teus.

Meski secara umum tak mempengaruhi raihan total arus petikemas di Pelabuhan Tanjung Perak, dengan pertumbuhan sebesar 10% dalam tahun 2011, namun penurunan arus petikemas melalui Terminal Berlian bakal menjadi perhatian manajemen PT Pelindo III sebagai induk perusahaan.

Total kenaikan atau pertumbuhan arus petikemas di Pelabuhan Tanjung Perak sebesar 10%  pada tahun 2011, atau mencapai 2.643.518 teus telah diprediksi sebelumnya, terutama peningkatan arus petikemas melalui Pelabuhan Tanjung Perak. Selain menjadi gerbang utama arus barang, baik skala internasional maupun domestic, khususnya bagi Jawa Timur serta daerah lain di kawasan timur Indonesia, juga berperan sebagai infrastruktur penting bagi perdagangan dan transportasi. (jbc2)

Tags: , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*