Kembalikan Kejayaan Perikanan Gresik, Bupati Tawarkan Tanah 3,2 Ha

Bupati Gresik, Dr Sambari Halim Radianto saat membuka rapat Kerja DPC HINSI Gresik. (foto:jbc6)

GRESIK (jurnalberita.com) - Bupati Gresik, Dr Sambari Halim Radianto tawarkan tanah seluas 3,2 ha kepada DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HINSI) Gresik. Tawaran Bupati ini disampaikan saat membuka rapat Kerja DPC HINSI Gresik yang berlangsung di gedung SBK Jalan Wachid Hasyim Gresik, Kamis (23/2/2012).

Tawaran ini terkait keinginan Bupati Gresik mengembalikan kejayaan nelayan Gresik seperti dimasa lalu. “Dengan potensi perikanan Gresik yang sangat besar, kami ingin Gresik ini menjadi kiblat bagi nelayan Kabupaten lain seperti Gresik masa lalu,” kata Bupati.

“Silahkan anda segera membuat rencana tentang tanah itu. Entah anda jadikan depo perikanan, pasar induk ikan, kargo ikan dan pelabuhan ikan atau gudang perikanan yang dilengkapi dengan cold storage,” ujar Bupati di hadapan sekitar 100 orang undangan.

Turut hadir Wakil Ketua DPRD Gresik, Ahmad Nurhamim para Kepala Dinas dan Camat terkait, perusahaan di sekitar pantai serta para nelayan se Kabupaten Gresik.

Sehubungan tanah yang kami tawarkan ini juga berkaitan dengan pihak lain untuk pemanfaatannya, kami mohon pihak HINSI Gresik untuk berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, yaitu Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Gresik untuk membuat rencana peruntukan tanah tersebut.

Potensi perikanan di Gresik sangat bagus, hal inilah yang mendorong kami agar perikanan di Gresik bisa jaya seperti dulu. Hal ini bisa dilihat dari potensi pantai Gresik yang mempunyai garis pantai sepanjang 69 km di daratan Jawa dan 54 km di sekeliling pulau Bawean.

Selain nelayan pantai yang berderet mulai dari Campurejo Panceng, Ujungpangkah, Bungah, Mengare, Manyar, Lumpur Gresik sampai Karangkiring Kebomas. Gresik juga punya potensi perikanan budidaya seluas 32.000 ha.

Bupati juga menyarankan agar HINSI Gresik lebih menitikberatkan pada peningkatan pemasaran. “Kewajiban pengurus HINSI untuk melobi pengusaha ikan agar pemasaran ikan oleh nelayan lebih mempunyai nilai ekonomi,” kata Bupati.

Sementara Sekretaris DPW HNSI Jawa Timur, Kamis Annajib yang hadir mewakili Ketuanya berharap, agar Nelayan Gresik khususnya yang tergabung dalam DPC HINSI Gresik untuk mensinergikan seluruh program HINSI dengan Pemerintah, dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan. “Kalau anda selalu berkoordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan pasti HINSI banyak kegiatan,” katanya. (jbc6/sdm/jbc1)

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

One Response

  1. assalamu’alaikum,

    hmm, potensi perikanan di indonesia mmg msh bnyk yg harus dikembangkan. Baik perikanan tangkap maupun daerah. Entah kenapa, semakin lama perkembangan dunia perikanan indonesia spt semakin hilang gaungnya.
    Barisan pantura yg katanya sudah over fishing, sesungguhnya tdk demikian, Hanya saja pengelolaan yg blm maksimal dan pendataan yg krg akurat di dinas perikanan.
    Menjaga kelestarian SDL jg penting agar penangkapan dpt berkelanjutan dimasa masa yg akan datang.

    Smg hal ini bisa diperbaiki bersama2 dgn pihak2 yg berkontribusi. Pemerintah, nelayan, HNSI, pengusaha(tengkulak) dan masyarakat. Agar perikanan di indonesia smkin maju, mulai dari pengembangan iap daerah2.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site