Sistem Penentuan Caleg Rawan Politik Uang

\"\"

PACITAN (jurnalberita.com) – Opsi nomor urut atau lebih dikenal dengan sistem proporsional tertutup dalam menentukan caleg pemenang kursi yang gencar mengemuka dalam pembahasan perubahan UU Pemilu di DPR RI, terus menuai tanggapan.

Salah satunya dilontarkan Sekretaris DPC Partai Demokrat (PD) Pacitan, Rony Wahyono. Ia urun rembuk terkait wacana perubahan sistem pemilu tersebut. Ia berpendapat, secara politis, sistem penetapan nomor urut teratas sebagai caleg pemenang kursi memang dianggap lebih melegitimasi fungsi partai politik (parpol) sebagai kontestan pemilu.

Namun disisi lain, sistem tersebut seakan mengebiri hak konstitusi rakyat yang telah menentukan suaranya kepada salah satu caleg. “Sebab, suara mereka akan ‘dikalahkan’ oleh nomor urut,” kata Ketua Komisi B DPRD Pacitan in.

Selain itu, lanjut Rony, semangat caleg yang ada di nomor urut \’sandal jepit\’ juga akan drop lantaran keberadaannya hanya dianggap sebagai vote getter (pengumpul suara). Sementara eksistensi politis mereka sebagai calon anggota DPRD, terkesan dinafikkan. Konsekuensinya, hanya para caleg yang bertengger di urutan teratas yang getol bekerja mencari dukungan suara.

“Situasi ini akan menumpulkan proses demokrasi yang sudah berjalan baik hampir selama lima tahun terakhir,” ujar legislator yang pernah kuliah di Negeri Kanguru, Australia ini..

Dengan begitu, putra kandung mantan Bupati Pacitan H. Suyono tersebut berharap, agar demokrasi di negeri ini terus berjalan baik, DPR bisa memutuskan opsi proporsional terbuka (suara terbanyak) sebagai penentu caleg pemenang kursi dalam draft perubahan UU Pemilu.

Hal tersebut, menurut Rony, selaras dengan semangat DPP PD. “Partai Demokrat akan memilih proporsional terbuka, karena lebih demokratis dan memenuhi aspirasi masyarakat,” tandasnya.

Namun, ia tidak memungkiri bila sistem suara terbanyak juga memiliki sisi lemah, yaitu tensi persaingan caleg di setiap Dapil bakal berlangsung ekstra ketat. Hal inilah, kata Rony, yang akan menstimulan praktik kotor, seperti  politik uang (money politic).(jbc15/jbc2)

Tags: , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*