BKD Sudah Siapkan Pengganti Sekkab

Kepala BKD, Marwan dan Kabag Humas Pemkab Pacitan, Haryo. (foto : jbc15)

PACITAN (jurnalberita.com) – ‘Biarlah Pacitan menjadi kota kenangan’. Mungkin seperti itulah suara hati Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pacitan, Mulyono, yang sempat diungkap orang dekatnya, Rabu (7/3/12).

Menurut sumber yang layak dipercaya dan hampir selama 30 tahun mendampingi rutinitas kinerja Mulyono di jajaran birokrasi Pemkab Pacitan itu menuturkan, setelah arus desakan tuntutan mundur Sekkab Pacitan mengalir deras, mantan Kadis Hutbun itu hanya bisa bertahan dan berserah diri pada yang maha kuasa.

“Beliau (Mulyono, red), sosok yang normatif dan profesional. Tidak haus akan jabatan,” ujarnya melalui layanan pesan singkat (SMS).

Namun, semua itu berpulang kembali pada kebijakan pejabat yang berwenang. Pada prinsipnya, kata sumber tersebut, sebagai seorang abdi negara, Sekkab Mulyono, siap menerima keputusan terbaik dari atasannya.

“Bukannya mengendur, perjuangan tetap berlanjut. Akan tetapi, semua itu sebagai langkah antisipasi. Percuma membela diri ‘mati-matian’, kalau pejabat yang berwenang (Gubernur, red) berkeinginan lain. Lebih baik berserah diri dan menunggu keputusan terbaik nantinya,” ungkapnya.

Sementara, Kepala BKD Pacitan, H. Marwan mengungkapkan bila pihaknya sudah mempersiapkan calon pengganti, seandainya usulan Bupati Indartato terkait permohonan alih tugas Sekkab Mulyono disetujui Gubernur.

“Ya, semua jajaran eselon II yang dipersiapkan menjadi calon pengganti. Semua berpeluang dan punya kesempatan,” jelas Sekretaris Bapperjakat Pemkab Pacitan ini.

Saat ditanya perihal rumor dirinya yang menjadi kandidat kuat menduduki jabatan Sekkab Pacitan, Marwan menepisnya. “Ah, tidak. Dua tahun lagi saya sudah pensiun,” kelitnya, saat dicecar pertanyaan wartawan.

Bupati Pacitan, Indartato juga masih enggan menyebut nama calon pengganti partner kerjanya tersebut. Namun Ia memberikan sinyal, seandainya permohonan alih tugas itu disetujui Gubernur, calon Sekkab nantinya harus berangkat dari Pacitan.

“Bukannya harus asli orang Pacitan, namun dia bekerja dan mengabdi di Pemkab Pacitan. Ini sebuah penghargaan. Kasihan kan, mereka sudah mengabdi lama disini kok tiba-tiba dipimpin orang dari luar,” beber Bupati.

Bupati juga menegaskan bila tidak ada manusia di muka bumi ini yang sempurna. “Kalau dicari-cari kekurangannya, semua pasti pernah berbuat kesalahan,” tuturnya. (jbc15/jbc2) 

Tags: , , , , , , , , , ,
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

2 Responses

  1. Orang Pacitan (OP) banyak yang berada di luar daerah Pacitan yang juga menjadi pejabat di luar Pacitan. Jangan sampai di Pacitan sendiri menuntut pejabatnya harus putra daerah. Yang menjadi syarat adalah pengabdi pada masyarakat Pacitan, jujur, dan tidak membodohi.

  2. Saya setuju pak,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site