Indartato Tolak Opsi Eksekusi Paksa Lahan JLS

PACITAN (jurnalberita.com) – Aksi penolakan sebagian warga Desa Jetak, Kecamatan Tulakan, Pacitan, yang lahannya terkena pembebasan proyek Jalan Lintas Selatan (JLS), membuat Pemerintah Pusat, sedikit geram. Silang sengkarut antara warga dan tim sembilan (tim pembebasan lahan bentukan Pemkab Pacitan), masih sulit dipertemukan.

Sejumlah warga masih tetap ngotot mempertahankan kepemilikan lahannya, apabila tuntutan ganti rugi, seperti yang mereka harapkan, tidak segera dikabulkan. Aksi penolakan itu membuat Pemkab maupun Pemerintah Pusat pusing tujuh keliling. Kendati begitu, Pemerintah melalui Kemen PU, tak mati kartu.

Pemerintah berencana meluncurkan kartu trufnya, yaitu melakukan eksekusi paksa seandainya upaya mediasi yang dilakukan selama ini tidak membuahkan kesepakatan.

“Memang jalan akhirnya seperti itu (eksekusi). Tapi saya tidak terima dengan opsi tersebut,” kata Bupati Pacitan, Indartato, seraya mengungkapkan bahwa informasi tersebut didapat saat mengikuti rapat di Surabaya, belum lama ini.

Bupati berharap, ada jalan terbaik selain harus melakukan eksekusi. Kalau pun terpaksa tidak ada kata sepakat, dia menandaskan, JLS tidak akan diteruskan. Orang nomor satu di Pacitan itu menegaskan, warga diharapkan bisa mengerti dan ikut peduli mensukseskan program berskala nasional yang ditargetkan rampung akhir tahun ini.

“Saya ini bekerja untuk rakyat. Jadi, jangan sampai rakyat menderita. Saya akan berusaha melakukan pendekatan secara personal agar masalah ini segera selesai,” ujarnya mengakhiri pembicaraan. (jbc15/jbc2)

Tags: , , , ,
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

One Response

  1. Betul Pak Indar, jangan main eksekusi. Itulah warga yang akan terusir dari negaranya. Pejabat yang hanya dengan alasan untuk kepentingan umum semata biasanya memburu target. Betul-betul alasan, bukan untuk kesejahteraan umum. Pacitan bakal jadi daerah proyek, karena perkembangan wilayah lain di jawa tidak memungkinkan. Kalau setiap menyelesaikan masalah, main eksekusi, payah. Jangan merasa kuasa karena dilindungi oleh “undang-undang’. Jangan-jangan yang untung adalah “banjednya”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site