Kisruh KNPI Berujung Musda Ulang

PADANG PANJANG (jurnalberita.com) – Menyusul kisruh di tubuh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Padang Panjang, berbagai pihak turut prihatin. Wadah berhimpun organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) di daerah itu, seakan tidak memiliki tempat bernaung lagi.

“Kita seolah kehilangan arah. Wadah berhimpun OKP yang selama ini menjadi panutan dalam melakukan gerakan organisasi kepemudaan sedang dilanda kisruh berkepanjangan. Hal ini sudah berlangsung sejak digelarnya Musda 4 Desember tahun lalu,” demikian ujar Riko Erickson, ketua Barisan Muda (BM) PAN Kota Padang Panjang kepada jurnalberita.com, Selasa (20/3/2012).

Pria yang hobi memancing ini mengatakan, saat ini tengah dilakukan berbagai upaya perbaikan di tubuh KNPI kota berjuluk Serambi Mekah itu. Salah satu upaya yang dimaksud Riko, adalah dengan mendesak digelarnya Musda lanjutan.

Terkait Musda lanjutan, ia menjelaskan, sejak 4 Desember tahun lalu, Musda sebagai pemegang kuasa tertinggi KNPI di daerah, telah mengamanatkan pembentukan kepengurusan kepada ketua terpilih, yang saat itu dimenangkan Dedi Ariandi dari OKP BMK 1957. Namun belakangan, semakin tidak jelas arah dan kemana kepengurusan KNPI itu dibawa. Dan tersiar pula kabar bahwa Dedi selaku ketua terpilih tidak pernah mampu menjalankan tugasnya dalam menyusun kepengurusan bersama tim formatur.

“Dengan melanggar ketentuan yang disepakati oleh sidang pemilihan pada Musda lalu, tentunya hal itu harus menjadi acuan, bahwa ketua terpilih tidak mampu menjalankan tugasnya. Jadi perlu dibatalkan seluruh hasil sidang pleno pemilihan itu, diteruskan dengan sidang lanjutan untuk memilih ketua baru,” jelasnya.

Sementara itu, terbetik berita bahwa bukan hanya ketidakmampuan Dedi selaku ketua terpilih yang menyebabkan munculnya keinginan sebagian besar OKP untuk melakukan Musda lanjutan. Kabar yang berseliweran di tengah masyarakat OKP yang ada, Dedi yang pada saat sebelum Musda menjabat sebagai sekretaris DPD KNPI Padang Panjang itu, telah melakukan mark-up dana dan penyelewengan saat digelarnya Rapat Kerja Provinsi KNPI Sumbar  Nopember 2011.

Untuk mencari kejelasan berita tersebut, jurnalberita.com mencoba me – recheck pada Novi Hendri, Ketua DPRD Padang Panjang, yang juga Ketua KNPI kota saat digelarnya Rakerprov KNPI Sumbar. Namun Novi menolak memberikan penjelasan. Menurutnya, ia selaku ketua, tidak ikut-ikut dalam persoalan dana kegiatan.

“Itu urusan panitia penyelenggara. Saat ini saya tidak mau berkomentar terkait masalah yang timbul di tubuh KNPI. Saya khawatir OKP yang ada salah paham dengan penyataan saya,” ujarnya.

Saat diminta pendapat tentang akan digelarnya Musda lanjutan dalam waktu dekat, yang juga telah mendapat lampu hijau dari KNPI Provinsi Sumbar, ia hanya menyatakan persetujuannya bila itu adalah untuk kepentingan organisasi dan masyarakat pemuda. (jbc17/jbc1)


 

Tags: , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site