Soekarwo Masih Pertahankan Mulyono

\"\"PACITAN (jurnalberita.com) - Upaya melengserkan Sekkab Mulyono yang gencar diserukan Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat serta Forum Revolusi Keadilan Pacitan (FRKP), sepertinya hanya pepesan kosong. Orang nomor satu di jajaran birokrasi Pemkab Pacitan tersebut masih sulit ‘dijebol’ dari posisinya sekarang ini. Tersiar kabar, posisi Mulyono saat ini justru semakin mencengkeram kuat. Pejabat asal Probolinggo itu konon masih tetap ‘aman’ hingga masa purna tugas nanti.

Menurut sebuah sumber, terbatasnya formasi jabatan struktural di Pemprov Jatim merupakan salah satu sebab gagalnya alih tugas Sekkab Pacitan yang pernah diusulkan Bupati Indartato. Pun formasi jabatan struktural di sejumlah kabupaten/kota lainnya di Jatim, sudah penuh sehingga sangat tidak memungkinkan bila harus menerima alih tugas Mulyono.

“Kondisi inilah yang menjadi alasan Gubernur Soekarwo, tidak memindahkan bawahannya itu,” ungkap sumber yang juga seorang pengamat kebijakan pemerintah di Pacitan itu, Jumat (16/3/2012).

Koordinator FRKP, Handoyo Aji, sepertinya masih tetap ngotot memperjuangkan aspirasinya melengserkan Mulyono, meski peluang keberhasilannya sangat tipis.

Lagi-lagi ia menuding, Gubernur Soekarwo sengaja ‘bermain-main’ dengan alasan yang dianggapnya tidak logis. Sebab, tutur Handoyo, formasi sebagai widya iswara sebenarnya masih memungkinkan sebagai alternatif penempatan Mulyono. “Tapi dia (Mulyono, Red) tidak mau dimutasi ke situ (sebagai widya iswara). Ini mengindikasikan, kalau Mulyono itu sebagai PNS yang mengingkari pernyataannya sendiri, (bersedia ditempatkan di mana saja),” kritiknya, melalui hubungan telepon.

Yoyok, begitu Handoyo Aji biasa disapa menegaskan, bila dalam sepekan ini tak kunjung ada keputusan dari gubenur, pihaknya mengancam bakal menggelar aksi demo jilid II. “Kita masih menunggu janji bupati (Indartato). Katanya minggu ini akan ke Surabaya menindaklanjuti usulan alih tugas itu,” ujarnya.

Dilain pihak Koordinator Gerakan Intelektual Muda Pacitan (GIMP), Arif Setya Budi, menambahkan, secara etika birokrasi, persoalan ini seharusnya segera ada kejelasan. Sebab dampak psikologis kenyamanan hubungan kinerja di internal birokrasi sudah tak harmonis lagi.

“Kalau kondisi ini terus dipelihara, birokrasi makin terpuruk. Perlu diingat Pacitan ini merupakan icon best prestise-nya Presiden SBY,” tutur pegiat LSM tersebut, di tempat terpisah. (jbc15/jbc1)

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*