Dahlan Iskan Uji Coba Pabrik Baru SG Tuban IV

Dwi Soetjipto dan Bupati Tuban mendampingi Dahlan Iskan melihat maket PT Semen Gresik. (foto: jbc3)

TUBAN (jurnalberita.com) – Proyek pembangunan pabrik baru Tuban IV dengan kapasitas 2,5 juta ton per tahun telah selesai pembangunannya. Pabrik yang dikerjakan dengan swakelola tersebut pada hari ini dilakukan trial dengan penyalaan api (fire on) di tanur putar (kiln) oleh Meneg BUMN, Dahlan Iskan, Kamis (5/4/2012).

Fire on akan berlangsung selama 4 hari, dilanjutkan heating up dan pada pertengahan bulan April akan dilakukan feeding. Diharapkan akhir April dapat beroperasi penuh.

Direktur Utama PT SMGR (Semen Gresik Grup), Dwi Soetjipto mengatakan, proyek pembangunan pabrik baru Tuban IV telah selesai dikerjakan. Dengan beroperasinya Tuban IV yang berkapasitas 2,5 juta ton tiap tahun tersebut, maka akan menambah kapasitas produksi Perseroan menjadi 22,5 juta ton tiap tahun. Sedangkan, pabrik Tonasa V diperkirakan akan beroperasi pada kwartal II tahun ini. Sehingga kapasitas produksi perseroan pada akhir tahun 2012 mencapai 25 juta ton tiap tahun.

“Sementara kinerja perseroan tahun 2011 mencatat kenaikan pendapatan sebesar 14,22 % menjadi Rp16,38 triliun, jika dibandingkan dengan pendapatan pada tahun 2010 sebesar Rp 14,34 triliun. Laba bersih naik 7,9% menjadi Rp 3,95 triliun dari sebelumnya Rp 3,66 triliun. Laba usaha perseroan juga meningkat menjadi Rp 4,89 triliun dari sebelumnya Rp 4,51 triliun. Laba persaham menjadi Rp 662 per lembar dari sebelumnya Rp 613,” lanjut Dirut SMGR.

Proyek pembangunan pabrik Tuban IV dengan kapasitas 2,5 juta ton tiap tahun ini menghabiskan dana investasi sebesar US$ 304 juta, yang dimulai dengan dilakukannya pemancangan oleh Meneg BUMN, Sofyan A Djalil pada 20 Agustus 2009 lalu.

Pabrik baru Tuban IV yang berada di desa Sumberarum, kecamatan Kerek Tuban ini, direncanakan dapat beroperasi penuh pada awal tahun 2012.

Peralatan utama yang digunakan dalam pembangunan pabrik baru ini memiliki teknologi terkini dengan keunggulan lebih efisien dan ramah lingkungan. Peralatan tersebut termasuk mesin penggilingan bahan baku (Vertical Raw mill) dengan kapasitas produksi 750 ton/jam dan mesin penggilingan semen (Vertical Cement Mill), dengan kapasitas 2X250 ton/jam. Khusus untuk Vertical Cement Mill ini merupakan yang pertama digunakan di Indonesia dan merupakan teknologi terbaru dunia.

Pengendalian operasi proses produksi semen pabrik Tuban IV dari tahap awal (Crusher Plant) hingga tahap akhir (Packer Plant), menggunakan sistem full otomatis, pengendalian meliputi Distributed Control System (DCS), Management Information System (MIS), Laboratory Management System (LMS), Power Management System (PMS), dan Pengendalian Proses Produksi berbasis PLC didukung teknologi terbaru Smart MCC’s yang terintregasi dengan Management Informasi System (MIS), akan mempermudah pengendalian operasi dengan parameter operasi yang terukur, aman dan terdokumentasi dengan baik.

Laboratory Management System (LMS) menggunakan QCX dengan system analisa yang berbasis X-Ray dan didukung oleh teknologi tinggi otomatisasi Robo-lab yang mampu menjamin akurasi mutu semen yang lebih baik dan kompetisi yang tepat.

Sebelum meninggalkan lokasi pabrik, menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, “Investor yang memiliki prospek di Indonesia yaitu perbankan dan semen dengan infratruktur yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Pembangunannya berjalan dengan cepat, sementara pabrik penyuplai semen lambat. Seperti Kaltim, mereka sangat kekurangan semen untuk pembangunan infrastruktur,” pungkasnya. (sdm/jbc3/jbc1)

Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site