PD Posisikan Musyawarah Dalam RUU Pemilu

\"\"

Empat Persen Untuk Parliamentary Threshold

 

PACITAN (jurnalberita.com) – Opsi proporsional terbuka sebagai sistem penentuan calon anggota legislatif, tampaknya menjadi argumen kuat di internal Partai Demokrat (PD) saat pembahasan perubahan RUU Pemilu yang sampai saat ini masih berlangsung alot di parlemen.

Sekretaris Jenderal (Sekjend) DPP PD, Edi Baskoro Yudhoyono mengatakan, semua partai pada dasarnya menginginkan hasil ramuan pembahasan RUU Pemilu bisa berlangsung baik, konstruktif, serta dapat diaplikasikan di seluruh Indonesia.

“Khususnya PD, mendorong secara penuh agar proses pembahasan RUU tersebut berjalan lancar. Tentunya kami juga punya pandangan dan argumentasi saat pembahasan di Pansus,\” kata Ibas, begitu Edi Baskoro Yudhoyono karib disapa, dalam lawatannya ke Pacitan bersama Menteri Perdagangan, Gita Irawan Wirjana, Selasa (10/4/2012).

Ibas berharap, bila selama ini tengah terjadi polemik dalam proses pembahasan RUU Pemilu, segera ada titik temu dalam artian musyawarah mufakat dengan semua fraksi yang ada di DPR. Sekalipun opsi voting, bisa saja menjadi sebuah formula alternatif dalam proses berdemokrasi.

“Ada beberapa opsi yang akan kita serahkan dalam paripurna nantinya. Apakah itu voting parsial atau melalui paket, ini menjadi perdebatan. Tapi PD memposisikan agar bisa musyawarah mufakat dalam penentuan RUU Pemilu tersebut,\” terang bungsu Presiden SBY.

Dalam kesempatan tersebut, menantu dari Menko Perekonomian, Hatta Rajasa itu menegaskan, bahwa PD tidak ingin kembali ke masa lalu. Menurutnya, selama ini demokrasi sudah berjalan sangat baik.

“Tentu PD berpandangan bahwa sistem terbuka adalah sistem yang paling tepat. Sebab bisa menampung segala aspirasi dari semua Caleg yang akan bertarung nantinya,\” jelas Ibas, yang saat itu nampak bersama Wakil Sekjend, Ramadhan Pohan.

Sementara soal ambang batas penentuan kursi parlemen atau parliamentary threshold (PT), kata Ibas, PD akan berpegang teguh dengan angka 4 persen. Atau, dia berharap, apapun yang akan dipilih soal PT nantinya, bisa ada peningkatan dari pemilu tahun-tahun sebelumnya.

“Ini sebagai upaya penyempurnaan sistem pemilu agar tidak banyak partai-partai yang berkompetisi. Jadi 4 persen masih bisa dipertimbangkan. Tapi coba nanti kita lihat saat proses lobi-lobi,\” tukasnya. (jbc15/jbc1)

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*