Proyek PLTU Tuban Yang Tak Surut Dari Masalah

\"\"

TUBAN (jurnalberita.com) – Sejak awal pembangunan proyek PLTU di Tuban hingga kini tak pernah lepas dari masalah. Mulai dari tenaga kerja dan pembuangan tanah, batu kerukan yang dibuang di laut.

Lokasi pembuangan tanah dan batu hasil kerukan di laut, selalu dikeluhkan oleh nelayan Tuban. Sudah banyak jaring para nelayanyang tersangkut. Pihak PLTU memberi batas lokasi pembuangan ala kadarnya menggunakan drum yang diikat menggunakan tali. Sehingga drum mudah hilang karena terlepas dari tali.

Seorang nelayan desa Sidomulyo, mas No mengeluh, kapal pengeruk milik PLTU yang membuang hasil kerukannya keluar dari lokasi yang sudah ditentukan sejak awal. “Kapal penggangkut kerukan tanah dan batu dari proyek PLTU sekarang ini membuangnya sembarangan. Makin hari makin ke Timur, dan sudah tidak pada tempatnya. Terutama kalau membuang saat malam hari, karena tanda pembatas yang sudah tidak ada. Sehingga sering jaring nelayan tersangkut ke batu,” keluh mas No.

Sedangkan, mereka para nelayan tidak tahu harus melapor dan minta ganti rugi pada siapa. Beberapa nelayan sudah pernah melaporkan masalah tersebut pada pengurus Rukun Nelayan Sidomulyo, namun hingga kini belum ada tanda-tanda akan mendapat ganti rugi oleh pihak PLTU.

Humas proyek PLTU, Warsidi saat dihubungi jurnalberita.com via ponsel, Selasa (3/4) melempar masalah tersebut ke bagian pengawas Dinas Kelautan. “Seharusnya sampeyan konfirmasi ke bagian pengawas Dinas Kelautan dan Perikanan kabupaten Tuban saja,” elak Warsidi.

Pihak PLTU, lanjut Warsidi, sudah membuang drigging (kerukan) di tempat yang sudah ditentukan. “Kalau pembuangan kerukan saat malam haripun juga di tempat yang ditentukan. Dan setiap melakukan pembuangan selalu ada perwakilan nelayan yang ikut kapal kami,” kilahnya. (jbc3/jbc1)

Tags: , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*