“Pak Beye, Jangan Biarkan Jatim Terjebak Korupsi”

I Wayan Titib Sulaksana. (jbc5)

SURABAYA (jurnalberita.com) – I Wayan Titib Sulaksana, Ketua AMAK (Aliansi Masyarakat Anti Korupsi) Surabaya, yang juga pakar Hukum Universitas Airlangga ini, berteriak lantang kepada Presiden SBY, yang biasa dan akrab dipanggilnya Pak Beye.

Menjelang kunjungannya, SBY ke Puspa Agro Jatim, I Wayan Titib berpesan agar dilansir permintaannya kepada Presiden. “Saya minta kepada Pak Beye, agar Provinsi Jatim tidak dibiarkan terjebak dalam berbagai modus korupsi dan kolusi yang merugikan kehidupan rakyat maupun negara,” lontar Wayan dalam pesannya pada jurnalberita.com.

Wayan yang juga dikenal pembela nasib wong cilik ini, menyebutkan hampir seluruh provinsi di Indonesia ini yang terbebas dan bersih dari modus korupsi. “Padahal kita semua juga tahu, kalau tindak pidana korupsi itu termasuk extra ordinary crime. Karena korupsi termasuk kejahatan ekstra khusus, maka selayaknya ditangani secara ekstra dan serius,” tandasnya.

Lalu mengapa meminta Pak Beye, agar Jatim tidak terjerembab ke dalam dunia korupsi? Wayan Titib beralasan sederhana. Sebagai sosok warga negara yang tinggal di Jatim, Ia merasa sangat prihatin bila ada berita korupsi di Jawa Dwipa ini menggurita dan tampaknya kian membudaya.

“Oleh sebab itu, saya meminta Pak Beye sebagai penguasa tunggal di Indonesia ini agar tidak membiarkan Jatim masuk dalam kubangan tindak korupsi,” jelas Wayan, ketika bertemu di DPRD Surabaya.

Keprihatinan dan rasa mashgul yang mendalam sosok Wayan Titib itu bukan sekadar omong kosong. Ia mengungkap dalam tatanan rejim pemerintahan RI saat ini, banyak guru dan dosen masuk penjara lantaran korupsi, juga para Bupati, anggota DPRD maupun pejabat pemerintahan.

“Contoh konkrit lain, hampir tak ada kampus yang bebas korupsi pula. Apalagi, Nazaruddin menyebut dana dari Badan Anggaran DPR-RI yang diduga melalui modus korupsi itu melibatkan ‘kampus-kampus ternama di Indonesia,” ungkap Wayan lagi.

Bagai way out-nya? “Saya hanya punya dua tangan, tapi tak berkuasa. Karenanya, saya meminta tolong kepada Pak Beye yang lagi memangku kuasa, untuk menelorkan kebijakan strategis dalam pencegahan korupsi. Dan nasib mantan ketua DPRD Jatim Fathorrasyid merupakan contoh nyata, disusul Musyafak Rouf yang lagi buron lantaran tindakan korupsi pula,” pungkas Wayan Titib Sulaksana, yang kadang dipanggil Pak Ustadz ini. (jbc5/jbc2)

Tags: 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site