Aktivis Tuntut Kesejahteraan Korban Lapindo

\"\"

TUBAN (jurnalberita.com) – Puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Rakyat Untuk Tambang (Semur) Tuban, diantaranya Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK-LMND) dan  Dewan Pimpinan Kabupaten Serikat Rakyat Miskin Indonesia (DPK-SRMI) Kabupaten Tuban, melakukan aksi unjuk rasa memperingati Hari Anti Privatisasi Tambang dan 6 Tahun Lumpur Lapindo, Selasa (29/5/12).

Massa memulai aksinya dari halaman Pujasera GOR Tuban Jalan Sunan Kalijaga sekitar jam 10.00 WIB berjalan menuju halaman gedung DPRD Tuban dengan dikawal ketat petugas kepolisian. Mereka membentangkan sejumlah spanduk, poster dan melakukan orasi menolak privatisasi industri Pertambangan dan menuntut kesejahtraan korban lumpur Lapindo yang sudah 6 tahun sengsara.

“Kami menuntut kepada pemerintah untuk mencabut SK Bupati Minahasa Selatan No. 87 tahun 2012, hentikan tidakan represifitas Aparatur Negara, serta laksanakan Pasal 33 UUD 1945, bahwa bumi, air, tanah dan udara untuk kemakmuran rakyat,” ujar Hendri Kurniawan Korlap aksi.

Meski mendapat pengamanan yang ketat dari para petugas kepolisian, tak menyurutkan semangat para mahasiswa. Mereka memaksa anggota DPR untuk keluar dan bersama-sama menyuarakan aspirasinya menolak privatisasi industri pertambangan.

Beberapa saat kemudian, sejumlah anggota DPRD Tuban keluar dari gedung, diantaranya Syaifyul Huda dan Khozana dari Komisi A. Mereka menerima dengan baik aspirasi mahasiswa.

“Saya ucapkan terimakasih kepada kawan-kawan semua atas partisipasinya yang telah ikut mengawasi pertambangan yang ada di Kabupaten Tuban ini. Kami siap bersama-sama kawan-kawan untuk selalu mengawasi pertambangan yang ada di Kabupaten Tuban untuk kesejahtraan rakyat,” ujar Syaiful Huda.

Usai menyampaikan aspirasinya, puluhan mahasiswa membakar poster yang bertuliskan tuntutan-tuntutan mereka kepada pemerintah, sebagai bentuk kekecewaanya mereka terhadap pemerintah yang lamban dalam menyelsaikan permasalahan menyangkut hajat orang banyak. Dan masa pun membubarkan diri secara tertib dengan kawalan petugas kepolisian. (jbc18/jbc2)

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*