Dewan Kritisi Kinerja Pelabuhan dan Bea Cukai

\"\"

SURABAYA (jurnalberita.com) — DPRD Jatim ikut kritisi kinerja Pelabuhan dan Bea Cukai di berbagai kota besar di Indonesia. Apalagi belakangan marak penyelundupan barang-barang dan sampah yang masuk kategori bahan berbahaya dan beracun (B3). “Kami kerap tahu dan menengarai hal itu terus terjadi. Bahkan Komisi A juga melakukan sidak ke pihak Pelabuhan dan Bea Cukai Tanjung Perak Surabaya,” tegas M Farid Faudzi Fr, anggota Komisi A dari fraksi Gerindra DPRD Jatim.

Dituturkan, selain modus ekspor kayu, juga impor cengkeh dari Zanzibar yang prosedurnya tidak memenuhi standar dan bahkan ada kecenderungan memainkan perpajakan. “Modus penggelapan pajak dari bea barang impor dan ekspor itu kerap melibatkan aparat Bea Cukai dan jajaran Pelabuhan setempat,” tuding Faudzi putra mantan Ketua Fraksi PPP – DPRD Jatim, KH. Fatkhurrachman.

Farid yang dikenal dekat dengan Prabowo Subianto, pendiri Partai Gerindra itu, juga sering mendapat laporan koleganya dari berbagai kota besar. “Saya pun suka incognito, turun ke pusat perbelanjaan maupun pelabuhan dan bandara secara diam-diam. Di sana, saya bertanya soal-soal prosedur ekspor dan impor yang kadang memperoleh informasi yang menarik,” jelasnya.

Kalau kemudian, sambung Farid, di berbagai pelabuhan dan bandara menjadi ajang penyelundupan adalah hal lumrah. Karena, umumnya para petugas yang khususnya pihak Bea Cukai tidak jeli dan kinerjanya bisa dikatakan sembrono. “Apa salah, kalau B3 masuk ke Indonesia dalam jumlah besar yang kemudian orang menuding pihak aparat Pelabuhan dan Bea Cukai sembrono?” sentil Farid.

Farid pun buru-buru menambahkan, atau sebaliknya, masuknya barang dan sampah B3 ke Indonesia ini sengaja ditunjukkan kepada publik. Tetapi, hal lain yang masuk golongan ‘main mata’ jalan tanpa hambatan dan kecurigaan masyarakat. “Saya berharap, aparat tidak sembrono dalam menjalankan tugas dan kewenangannya. Agar Indonesia ke depan tidak cepat amburadul, dan saya berharap rakyat bersama LSM-LSM aktif mencermati kinerja aparatur kita, sebelum menjadi masalah nasional,” pungkas Farid yang asli Arek Malang ini. (jbc5/jbc1)

 

Tags: , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*