Diduga Overdosis, Mahasiswi Pacitan Tewas

\"\"

PACITAN (jurnalberita.com) – Diduga overdosis (OD), mahasiswi semester IV dari salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Pacitan, akhirnya meregang nyawa. Sebelumnya, gadis perantauan asal Kabupaten Wonogiri itu sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pacitan. Namun lantaran kondisinya sangat kritis, nyawa mahasiswi yang belakangan diketahui bernama Noviani tersebut, tak bisa diselamatkan lagi. Ia menghembuskan nafas terakhirnya, Senin (14/5) pagi.

\”Kurang lebih sekitar jam 06.00 pagi, saya dengar kabar kalau dia (Noviani, Red) meninggal di rumah sakit,\” ujar Sri Astuti, salah seorang kerabat dekat korban, saat ditemui di kamar jenazah, RSUD Pacitan, Senin (14/5).

Sri mengaku tidak tahu persis terkait kejadian yang dialami kerabatnya itu. Sebab selama ini, dirinya jarang sekali bertemu dengan korban. \”Dia itu famili suami saya. Semasa hidupnya, saya jarang sekali ketemu. Jadi nggak tahu persis bagaimana kejadiannya,\” katanya, saat dicecer pertanyaan.

Misteri kematian Noviani, kian memunculkan beragam spekulasi dari pihak keluarga. Apalagi semasa hidupnya, korban dikenal sangat tertutup dengan siapapun, termasuk dengan orang tuanya sendiri. Sri Hartatik, bude dari mendiang Noviani mengaku tidak tahu persis riwayat kehidupan keponakannya itu.

\”Saya sempat menunggui tadi malam sekitar pukul 21.00. Kondisinya tidak sadar. Ibunya pun juga bingung, karena si Novi (Noviani) tidak bisa ditanya,\” cerita perempuan asal Desa Pelem, Kecamatan Pringkuku, dengan sorot mata yang masih nampak sembab karena meratapi kepergian keponakannya itu.

Saat ditanya apakah semasa hidupnya korban punya permasalahan dengan keluarga? Sri yang saat itu nampak dengan rambut acak-acakan mengatakan, tidak tahu. Pun ketika ditanya soal teman dekat korban, ia buru-buru menjawab, tidak mengetahui secara pasti kisah keponakannya itu semasa hidupnya. \”Dia itu sudah punya pacar atau belum, terus ada persoalan apa dengan dia, saya sama sekali tidak mengerti,\” jelasnya.

Sementara itu hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti penyebab kematian korban. Sekalipun, spekulasi OD sebagai penyebab kematian korban, sempat menjadi kasak-kasuk hangat di kalangan awak media. Sambil menunggu kedatangan ayah kandungnya, jasad gadis malang itu masih berada di kamar jenazah.

\”Paling tidak butuh waktu sekitar tiga jam lebih untuk bisa memastikan penyebab kematian si korban. Saat ini, orang tuanya masih dalam perjalanan dari Wonogiri menuju Pacitan. Sehingga pihak rumah sakit belum bisa mengambil tindakan (otopsi) sebelum ada persetujuan dari pihak keluarga,\” terang salah seorang petugas kepolisian. (jbc15/jbc1)

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*