Halangi Wartawan Meliput, PT Indospring Didemo

\"\"GRESIK (jurnalberita.com) – Puluhan wartawan yang bertugas di Gresik kompak melakukan unjukrasa mengutuk ulah oknum security di PT Indospring Tbk yang sengaja melakukan kekerasan serta menghalang-halangi jurnalis ketika melakukan peliputan kebakaran yang terjadi di pabrik spare part tersebut.

Aksi dimulai dari perempatan PT Nippon Paint yang menjadi pintu keluar masuk kota Gresik dengan membagikan selebaran yang berisi kronologis kekerasan tersebut. Selanjutnya, wartawan bergerak menuju PT Indospring Tbk yang jaraknya sekitar 500 meter.

Ternyata, aksi wartawan Gresik mendapat dukungan dari kalangan LSM maupun mahasiswa yang berempati. Sebab, jurnalis dalam bekerja menggunakan kode etik pers serta dilindungi oleh UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers. Tanpa diminta, mereka bergabung dengan wartawan untuk melakukan aksi unjukrasa.

“Kita mencurigai ada ‘white crime colours’ yang dilakukan PT Indospring Tbk dalam peristiwa kebakaran yakni kejahatan asuransi. Kemungkinan sengaja dibakar untuk mendapatkan klaim asuransi. Kalau tidak ada ‘sesuatu’ di balik kebakaran itu, kenapa perlakuan security kepada wartawan yang melakukan tugas jurnalistik harus diwarnai kekerasan,” kecam Susanto Ckr, dari LSM Gresik Care dalam orasinya di depan gerbang PT Indospring Tbk.

Anton –sapaan Susanto Ckr– juga mengutuk aksi kekerasan yang dilakukan oknum security PT Indospring Tbk. Selain itu, mendesak PT Indospring Tbk direlokasi dari Kabupaten Gresik karena tidak memberikan kontribusi kepada daerah. Apalagi, berperilaku lebih hina dari binatang kepada wartawan yang melaksanakan tugas jurnalistik.

Sedangkan Yuyun Wahyudi dari LSM Forum Kota (Forkot) mendesak agar aparat hukum mengusut tuntas kekerasan kepada wartawan yang dilakukan oknum security di PT Indospring Tbk. Selain itu, PT Indospring Tbk juga harus memberikan tindakan tegas pada oknum manajemen PT Indospring Tbk yang bernama Paulina, sebagai salah satu pelaku kekerasan pada wartawan.

“Kalau dalam jangka waktu 10 hari tidak ada tindakan tegas, kita akan datangi lagi dengan massa yang lebih besar,” koarnya.

Selain itu, kalangan LSM bersama mahasiswa akan melakukan aksi penutupan pabrik PT Indospring Tbk apabila manajemen tidak memberikan tindakan tegas pada oknum-oknum yang terlibat.

Sementara itu, Ketua Komunitas Wartawan Gresik (KWG), Moh Zaini menegaskan, bahwa wartawan akan terus melakukan pengawasan dan pemantuan tindaklanjut dari laporan kekerasan yang dialami wartawan JTV, Moh Amin Usman serta Agus Ismanto dari RCTI dan Moh Fahrudin dari SCTV.

“Kita menyerukan boikot pada PT Indospring Tbk. Aksi yang kita lakukan sebagai bentuk sanksi sosial kepada PT Indospring Tbk supaya masyarakat mengetahui perilaku buruk yang dilakukan oleh perusahaan itu,” pungkasnya.

Secara terpisah Kasat Reskrim Polres Gresik, AKP M. Nur Hidayat menyatakan, bahwa, pihaknya segera memanggil oknum-oknum yang telah melakukan kekerasan kepada wartawan. Pelapor dan saksi sudah dimintai keterangan. “Secepatnya, kita layangkan panggilan,” tegasnya.

Sekadar mengingatkan, terjadi kekerasan pada wartawan ketika melakukan peliputan kebakaran di PT Indospring Tbk.  Moh Amin Usman (reporter JTV), Agus Ismanto (reporter RCTI) dan  Moh Fahrudin (reporter SCTV) diintimadasi oleh manajemen PT Indospring serta security, saat meliput kejadian kebakaran di pabrik yang memproduksi spare part otomotif tersebut. Kameranya dirampas hingga rusak tanpa sebab yang jelas ketika melakukan peliputan. (jbc6/jbc1)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*