HUT Surabaya, Walikota Risma Dikado Kasus Pencaplokan Tanah Warga

\"\"SURABAYA (jurnalberita.com) Menjelang HUT Kota Surabaya pada 31 Mei 2012 mendatang, Walikota Tri Rismaharini mendapat kado istimewa dari warganya. Kado berupa kasus-kasus yang terkait persoalan tanah rakyat ini, diminta segera dituntaskan dalam akhir tahun.

“Kami minta segera diserahkan hak kami atas tanah yang kami miliki secara turun menurun ini, sebagai Walikota apa salahnya Ibu Risma menyerahkan kepada warganya yang tercinta,\” tandas Takwa Amin, selaku koordinator perjuangan dan pelepasan tanah surat ijo.

Persoalan status tanah sewa yang populer disebut tanah surat ijo itu memang tersebar di hampir 20 kecamatan di Surabaya. Ini menunjukkan bahwa kebijakan Pemkot Surabaya masih menganut sistem ‘benalu’ yang sebagaimana pernah diberlakukan oleh Tuan Tanah Kedawung di masa penjajahan Belanda.

Warga yang menempati tanah surat ijo itu, berdemo sembari menghujat sang penguasa yang tak ikhlas kalau rakyatnya bahagia. Bahkan, malah dijadikan alat politik jika menjelang Pilkada dan Pileg oleh para politisi. \”Kami tak ingin janji tapi bukti. Pelepasan hak bagi rakyat tanpa sewa di atas tanah ijo ini, adalah kado yang paling membahagiakan di HUT Surabaya ke 719,\” tandas Supadi, warga Bratang Gede Surabaya.

Kawasan Bratang sudah menolak pembayaran sewa tanah ijo itu sejak tahun 2000. “Sekitar 85 persen warga di sini tidak mau lagi membayar sewa. Dan status kami digantung oleh pihak Pengadilan Negeri Surabaya,\” tegas Supadi bersama sekitar 80 orang dari utusan 60 Kelurahan ini, saat berdemo di kediaman Walikota.

Kado lain juga datang dari ratusan warga Bangkingan Surabaya Barat. Mereka langsung merangsek di depan pintu gerbang Pemkot Surabaya di jalan Sedap Malam, Selasa (29/5/2012). “Kami minta kepada pejabat dan khususnya Ibu Walikota, untuk mengembalikan tanah makam. Tanah itu jangan dijual kepada PT. Sinar Galaxi, dan pejabat yang terlibat supaya dihukum,” tegas seorang orator di atas sebuah mobil.

Warga Bangkingan jengkel ketika jalan dan tanah makam yang diperuntukan bagi warga Bangkingan itu dicaplok Sinar Galaxi. Bukti pencaplokannya termuat dalam sertifikat SHGB (Surat Hak Guna Bangunan) No. 345 tahun 1996.

“Padahal sudah jelas tanah leluhur kami ini ditempati sejak tahun 1937. Jadi sangat jelas ada pejabat yang terlibat. Termasuk BPN-nya pura-pura bodoh dan asal menerbitkan sertifikat,\” tegas Suyono dan Sugito, para veteran pembela RI yang ikut berdemo saat itu.

\"\"Menurut informasi, pihak Kelurahan Bangkingan dan BPN (Badan Pertanahan Negara) Surabaya bersama Tim 9 yang berwenang pelepasan tanah dan aset Pemkot Surabaya itu, diduga terlibat persekongkolan pencaplokan tanah makam ini.

Sugito dan Suyono yang terakhir berpangkat sersan mayor ini, akan terus menggugat bersama warga lain. Gugatan dan demo tak akan berhenti sampai pihak PT. Sinar Galaxi dan Pemkot Surabaya mengembalikan tanah makam dan jalan kepada rakyat Bangkingan Surabaya.

Masak Ibu Walikota juga KKN seperti walikota yang terdahulu? Tolong kembalikan hak kami, jangan buat dosa yang menistakan keturunanmu,” singgung para Veteran Surabaya yang kompak bersatu dengan warga lain. (jbc5/jbc1)

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*