Kepercayaan Masyarakat Sulit Dipulihkan

Masuknya Mantan Pejabat Dalam Bursa Caleg

Sediono saat memberikan keterangan pers seputar pencalegan para mantan pejabat. (foto:jbc15)

PACITAN (jurnalberita.com) – Sekalipun Pemilu Legislatif (Pileg) masih akan berlangsung dua tahun lagi, namun bursa pencalonan anggota DPR/DPRD mulai ramai diperbincangkan. Apalagi beberapa nama mantan birokrat di Pacitan, konon dikabarkan mulai ancang-ancang ambil posisi dalam ‘pertarungan’ memperebutkan kursi anggota dewan.

Salah seorang pengusaha jasa konstruksi yang juga berencana maju sebagai calon anggota dewan, Sediono, mengatakan setidaknya ada tiga mantan birokrat yang berencana maju mencalonkan sebagai anggota DPRD. Mereka diantaranya, H Mawardi mantan Sekwan Pacitan, dan H Suyatno mantan Kadis Hutbun. Sementara yang satunya lagi saat ini masih berdinas aktif sebagai top leader di salah satu SKPD di lingkup Pemkab Pacitan.

“Yang dua sudah pensiun, tapi yang satu masih berdinas aktif. Tapi tahun ini pensiun,” ujar mantan wartawan itu, tanpa menyebut siapa nama pejabat tersebut, Jumat (25/5/2012).

Munculnya beberapa nama mantan elite birokrasi dalam bursa pencalonan anggota legislatif, memang dianggap oleh sebagian pihak sebagai tantangan berat bagi para pelaku politik yang ikut berkompetisi mencuri simpati publik nantinya. Sebab dari sisi popularitas, para mantan pejabat itu memiliki nilai tawar yang patut diperhitungkan. Kendati begitu, menurut Diono –begitu Sediono akrab dipanggil– popularitas bukanlah representasi dari tingkat keterpilihan (elektabilitas) mereka. “Saya optimistis, masyarakat sudah pintar menentukan pilihannya,” katanya diplomatis.

Sementara itu pengamat politic policy, Arif Setya Budi menilai, bahwa trust (kepercayaan) masyarakat terhadap birokrasi masih sulit dipulihkan. Sehingga eksistensi mantan birokrat sebagai calon wakil rakyat, dianggapnya bukan lagi sebagai daya ungkit perolehan suara suatu Parpol dalam pemilihan. Justru sebaliknya, melemahnya kepercayaan publik terhadap birokrasi dikhawatirkan akan memicu beralihnya suara pemilih (swing voter) ke pihak lain. Karena disitu ada caleg dari mantan birokrat. Ia berpendapat, kultur birokrasi yang sudah terlanjur terbangun selama ini terkesan bahwa birokrat seakan ‘hanya’ memposisikan diri sebagai kalangan elite dan jarang berbaur dengan masyarakat.

“Ini sudah menjadi stigma yang sulit dihilangkan. Birokrat terkesan ‘hanya’ memposisikan diri sebagai kaum elite dan bukan sebagai pelayan publik,” kritik pegiat LSM itu menambahkan. (jbc15/jbc1)

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site