Mahasiswa STITMA Tuban Gelar Rojabiyah

TUBAN (jurnalberita.com) – Di zaman modern yang penuh dengan gemerlap dunia, membuat para pemuda lupa dengan hari-hari besar yang bersejarah bagi umat Islam. Namun berbeda dengan Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Makhdum Ibrahim (STITMA) yang tergabung dalam organisai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STITMA Tuban, mengelar kegiatan Rojabiyah yang dilaksanakan di Aula Kampus STITMA Tuban dengan dihadiri sekitar 100 Mahasiswa, Minggu (27/5/2012).

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati hari Isra’ Miraj Nabi Muhammad SAW ini, merupakan wujud dari bentuk kepedulian terhadap kaum-kaum muda yang tergerus oleh arus modernisasi, sehingga mereka lupa dengan hari-hari bersejarah bagi umat Islam yang sebenarnya menjadi tanggungjawab bagi mereka sebagi pemuda penerus bangsa dengan selalu memegang nilai-nilai keislaman.

“Kami sangat perihatin kepada pemuda-pemuda sekarang, mereka selalu ingat kapan hari valentine diperingati, kapan konser Ledy Gaga akan digelar, tapi mereka lupa dengan hari-hari bersejarah umat Islam. Inilah yang membuat kita tergerak untuk membuat kegiatan Rojabiyah, agar kita semua selalu ingat sejarah perjuangan Nabi Muhammad Saw,” ujar Nur Rokib, Ketua panitia kegiatan Rojabiyah.

Rektor STITMA Tuban yang biasa dengan sebutan dengan kampus hijau, KH. Abdurrahman Ghani sangat apresiasi dan bangga atas kegiatan yang dilakukan mahasiswa untuk menanamkan nilai-nilai keislaman kepada para pemuda. “Kami akan mendukung seratus persen kegiatan-kegiatan yang menanamkan nilai-nilai religius kepada mahasiswa, dan semoga bisa barokah bagi semua, amin…” ujar Abdurrahman Ghani dalam sambutannya.

Dalam kegiatan Rojabiyah tersebut diisi mauidhoh khasanah oleh Mbah Kung panggilan akrabnya KH Zamach Sari yang merupakan kiyai sepuh dari Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban. Dalam mauidhohnya Mbah Kung menceritakan sejarah di tengah-tengah perjalanan NabiMuhammad SAW dalam menerima perintah sholat dengan ditunjukan beberapa tanda-tanda kekuasaan Allah.

“Dalam menjangkau peristiwa Isra’ Miraj ini, kita harus betul-betul menanamkan rasa iman dan taqwa di dalam dada kita. Karena kejadian Isra’ Miraj ini sudah berada di garis qodrat irodat Allah Swt sendiri, dan kita harus yakin dan percaya adanya. Sebab kalau hanya direnungkan (dianalisis) secara logika (akal) tanpa didasari rasa iman yang kuat, manusia tidak dapat menjangkau,” ujar Mbah Kung.

“Oleh karena itu marilah kita jaga betul-betul sholat kita, kita jalankan sholat kita sebaik-baiknya menurut syarat rukunya, agar dihari kiamat nanti kita mendapat timbangan amal yang baik, yang menyebabkan diterimanya amal-amal sholeh kita yang lain. Akhirnya semoga berbahagialah kita didunia dan akhirat. Amin ya robbal alamin,” pungkas Mbah Kung. (jbc18/jbc1)

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site