Mengapa SBY Tak Hadir di Puspo Agro?

Bambang Harianto SE. (ist)

SURABAYA (jurnalberita.com) – Ada tiga hal yang diduga menjadi alasan dan penyebab ketidakhadiran Presiden SBY di tengah puncak peringatan Hari Kegotongroyongan ke-9 dan Hari Peringatan PKK ke- 40, yang digelar di Puspa Agro, Jemundo , Sidoarjo beberapa waktu lalu.

Penyebab utama, karena ada agenda yang dinilai lebih penting dibanding tasyakuran di Puspa Agro Jemundo, meski ada sekitar 5.000 orang dari berbagai pengurus PKK seluruh Provinsi Indonesia dan seluruh Bupati/Walikota Jatim yang hadir, hingga Wakil Presiden Boediono yang memberikan sambutan resmi.

“Saya sudah dapat informasi, beberapa hari sebelumnya. Ketika Bapak Presiden tidak bisa hadir di Jatim. Tapi, langsung ke Magelang dan Jogjakarta bersama koleganya,” tutur Sugiri Sancoko, selaku pengurus Partai Demokrat Jatim, sembari menunjukkan bukti.

Memang, Pak Beye, panggilan akrabnya di kalangan wong cilik, berada di Magelang dalam rangka gerak jalan dilanjutkan Rapat Khusus Kabinet di Gedung Agung Negara Jogjakarta, berisi teguran keras soal efisiensi dana perjalanan dan kunjungan kerja para menteri Kabinet Indonesia Bersatu II.

Namun, bagi Pakde Karwo Gubernur Jatim dan Erlangga Satriagung penanggung jawab Puspa Agro, kehadiran Wapres Boediono membuat legaa hati mereka. Karena, beberapa hari sebelumnya tidak ada kejelasan apakah Presiden atau Wapres yang hadir. “Saya plong, dan alhamdulillah lancar semua,” tukas Pakde Karwo dan Erlangga, yang dihubungi terpisah.

Ada hal lain yang menggelitik dan menarik, jika menyimak mengapa Presiden SBY tidak berkenan hari itu ke Jatim. Sesuai kebiasaan Presiden yang sangat ‘prefectionist’ itu dan berhati-hati dalam segala tindakannya, dan ia secara falaqiah memperhatikan pula. Dari sisi penanggalan Islam, masuk bulan Rajab dimungkinkan puasa selama 1-3 hari yang bertepatan tanggal 22-24 Mei 2012 sehingga ia termasuk yang tertib menjalan sunnah Rasul.

Hal yang lebih penting pula, pada tanggal itu secara falaqiah Jawa masuk kategori ‘tali wangke’ yang berturut-turut selama 3 hari juga. Oleh sebab itu, kehati-hatian Presiden SBY dalam kunjungan kerja ke luar kota dihindari dan ini dinilai masuk akal dan tepat. “Karena orang yang paham soal hari tali wangke yang dalam 3 hari berturut-turut itu, seharusnya ekstra hati-hati,” jelas Bambang Harianto, anggota Komisi E dari fraksi PDIP.

Sedangkan alasan ketiga bagi Presiden SBY, secara opini politik kurang menguntungkan jika hadir di Puspa Agro, meski dihadiri mayoritas Ibu-ibu penggerak PKK seluruh Indonesia ini. Situasi itu bisa berakibat kontra-produktif, karena Ibu Negara Ani Yudhoyono lagi diramaikan masuk bursa Capres 2014 oleh banyak pihak.

“Saya nyatakan, pada Capres 2014 tidak ada dari keluarga SBY. Kami tidak akan mencalonkan siapapun, termasuk dari Ibu maupun anak-anak kami,” tegas SBY, yang diulang oleh seorang pengurus DPP Partai Demokrat di depan peserta diskusi bedah buku di Jakarta, Minggu (27/5). (jbc5/jbc2)

Comments are closed.


Switch to our mobile site