Menteri Pemberdayaan Perempuan Menangis

\"\"PACITAN (jurnalberita.com) – Suasana haru dan kagum menyelimuti benak hati Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (Meneg PP Dan PA), Linda Amalia Sari Gumelar serta para undangan yang hadir di aula Pendopo, Sekretariat Kabupaten Pacitan, Selasa (15/5/2012), ketika salah seorang bocah bernama Hakim, siswa SDLB Pacitan mendapat kesempatan memberikan tauziah di hadapan tamu undangan. Berulang kali, mantan Anggota DPR/MPR periode 1992-1997 itu mengusap butiran air mata yang meleleh dipipinya. Begitu juga ibu-ibu undangan kian tersaput perasaan trenyuh ketika bocah penyandang cacat itu dengan fasihnya melantunkan salah satu surat dalam Al Qur’an.

\”Hati saya sangat terharu ketika dia (Hakim) membaca surat Al Ashr. Sungguh luar biasa. Walapun dengan keterbatasannya, namun dia tetap optimis,\” puji menteri yang fasih berbahasa Mandarin itu, di sela-sela kunjungan kerjanya ke Pacitan.

Dia juga berjanji akan membawa serta Hakim sebagai perwakilan anak dari Pacitan ke ibukota saat perayaan Hari Anak mendatang. Sebagaimana diketahui kedatangan Istri dari mantan Menkopolsoskam dan Menhub era Presiden Megawati, Jenderal (pur) Agum Gumelar tersebut berkaitan dengan acara pengukuhan Forum Anak Pacitan. Hal tersebut sebagaimana telah ditetapkan berdasar Surat Keputusan (SK) Bupati Pacitan No. 188.45/270/KPTS/408.21/ 2012 tertanggal 1 Mei 2012 tentang Pembentukan Forum Anak Tahun 2012-2014.

Saat berada di kampung halaman Presiden SBY, menteri yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) itu secara simbolis juga memberikan sejumlah bantuan. Diantaranya seperti alat tulis serta peralatan olahraga. Lain itu, putri mantan Menparpostel, Achmad Tahir tersebut juga menyampaikan bantuan mesin packing kepada ibu-ibu nelayan, serta 30 paket peralatan pertanian kepada kelompok rumah pangan lestari (KRPL), Desa Kayen, Kecamatan Pacitan.

\"\"\”Pacitan memang luar biasa. Masyarakatnya sangat santun, sama seperti Bapak Presiden (SBY, Red). Beliau selalu santun dalam berbicara, sekalipun disaat menghadapi permasalahan,\” kata Linda Amalia Sari, lagi-lagi menyampaikan apresiasinya terhadap kultur masyarakat Pacitan yang santun dan beretika.

Usai memberikan pemaparan di Pendopo, menteri beserta rombongan lantas bertolak menuju Desa Kayen, guna meninjau lokasi KRPL di desa tersebut. Setelah itu, dia juga berencana mengunjungi rumah masa kecil Presiden SBY di Kelurahan Ploso. (jbc15/jbc1)

Tags: , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*