Pengelolaan Sampah Perlu Kajian Mendalam

\"\"

Padang Panjang (jurnalberita.com) – Guna menyamakan persepsi terkait kajian pengelolaan sampah, Dinas Pekerjaan Umum Padang Panjang gelar pertemuan dengan lembaga non pemerintah, Senin (28/5/12).

Pertemuan yang dihadiri oleh Kepala Bagian Hukum Setdako, Zulkifli, SH, Kepala Dinas PU setempat, Defrial, ST, Kepala Bidang Tata Ruang, Nanda, MT, Kabid Kebersihan dan Pertaman Darman S, dan jajaran terkait itu berlangsung cukup alot.

Dimulai dengan presentasi terkait pengelolaan sampah oleh lembaga non pemerintah P3SDM melati yang diundang, sampai dengan penyampaian tanggapan yang berujung diskusi itu cukup panas.

“Sebagai lembaga non pemerintah yang independen, kita hanya menyampaikan ide-ide yang sekiranya dapat dijadikan masukan bagi pemerintah daerah dalam hal pengelolaan sampah,” ujar salah satu aktivis P3SDm Melati  Masri Edwar kepada  jurnalberita.com disela-sela pertemuan.

Sementara itu, menanggapi kajian yang disampaikan oleh P3SDM Melati, Kepala Dinas PU Defrial, ST menyampaikan, perlu kajian mendalam terkait kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat  tentang Tempat Pembuangan Sampah Regional yang berlokasi  di Kota Payakumbuh.

“Kebijakan TPA Regional itu tentunya butuh kajian mendalam, karena dengan jarak yang cukup jauh dari Padang Panjang akan menimbulkan beban biaya yang tidak sedikit. Perlu juga mensinergikan pemikiran bahwa yang mengurusi persampahan di kota ini ada dua dinas, PU dan Dinas Lingkungan Hidup, agar jangan terjadi kebijakan yang tumpang tindih,” ujarnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, dengan adanya Undang-Undang Pengelolaan Sampah Nomor 18 Tahun 2008, paradigma pengelolaan sampah juga telah berubah. Pengelolaan sampah diharapkan bukan hanya menjadi kewajiban penyelenggara pemerintahan, namun juga menjadi tanggungjawab masyarakat secara langsung.

“Untuk itu perlu penghaturan dan kajian yang selaras bagi pengelola dan penghasil sampah itu sendiri. Dan di sisi lain, adanya sanksi yang tepat dan jelas merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan agar masyarakat dapat memahami tanggungjawabnya,” imbuhnya. (jbc16/jbc2)

Tags: 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*