PMII Desak Kejaksaan Tuntaskan Kasus Korupsi

Aktivis PMII Gresik melakukan audensi dengan Kajari Gresik. (foto : jbc6)

GRESIK (jurnalberita.com) – Sekitar 30 orang aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Gresik, melakukan aksi demo di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik, Jumat (25/5/12) kemarin.

Mereka menuntut agar kasus korupsi di Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) yang akhir-akhir ini sering diberitakan media segera diselesaikan.

Hal itu disebabkan, karena mereka sebagian berasal dari kampus UMG. Sehingga, mereka merasa malu karena nama kampus mereka menjadi tercoreng dengan masih menggantungnya kasus tersebut.

Hendi Suntoro, ketika ditemui Kajari Gresik Bambang Utoyo di aula Kejari Gresik mengatakan, sebaiknya pihak Kejari segera mengadakan audiensi dengan seluruh elemen kampus UMG terkait kasus tersebut. “Karena selama ini dosen-dosen kami selalu tertutup ketika kami menanyakan kasus korupsi itu ke mereka,” jelasnya.

Selain itu para aktivis tersebut juga mendesak agar Kejari Gresik segera menyelesaikan berbagai kasus korupsi lainnya di Gresik, yang  terkesan terlantar. Diantaranya, pembangunan paviliun VIP RSUD Ibnu Sina Gresik, yang menelan biaya sebesar Rp 28 miliar, DAK Dispendik yang dihentikan pemeriksaannya oleh Kejari, dan pengadaan kapal untuk Dinas Perikanan dan Kelautan.

Menanggapi hal tersebut, Bambang pun mengatakan jika saat ini dirinya sudah berusaha menyelesaikan kasus-kasus tersebut. “Misalnya untuk kasus DAK Dispendik, saya sudah menghentikan pemeriksaan, karena didalamnya saya tidak menemukan unsur korupsi,” ucapnya. “Dan hal itu beberapa waktu lalu sudah saya sampaikan juga ke teman-teman media,” sambungnya.

Sedangkan untuk kasus pembangunan paviliun RS Ibnu Sina, Bambang justru meminta PMII juga membantu pihaknya dalam menyelesaikan kasus tersebut. “Jadi kami ini jangan hanya didesak, melainkan juga dibantu dengan memberikan data yang akurat kepada kami,” tegasnya. “Ya supaya dalam menanganinya kami juga tepat,” imbuhnya.

Mengenai kasus pengadaan kapal, Bambang membantah jika dikatakan kasus tersebut menguap. Sebab, menurutnya saat ini Kejari sudah menetapkan tiga orang sebagai tersangkanya. “Jadi bagaimana mungkin kasus yang tersangkanya sudah ada dikatakan menghilang kasusnya?” tukasnya.

Meskipun berjalan cukup panas, akhirnya pertemuan tersebut diakhiri dengan kesepakatan, bahwa pada Rabu (30/5/12) mendatang, Kejari Gresik akan mengadakan pertemuan di UMG. “Tapi nanti akan saya koordinasikan dulu dengan pihak UMG,” pungkasnya. (jbc6/jbc2)

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site