Sunardhi Diminta ‘Makmurkan’ Dewan dan Rakyat

Pimpinan Komisi A dan Eksekutif Jatim. (foto:jbc5)

SURABAYA (jurnalberita.com) – H Imam Sunardhi, Ketua DPRD Jatim ini tiba-tiba merangsek masuk ke ruang Komisi A bidang Pemerintahan dan Hukum yang dipimpin oleh tiga serangkai Sabron D. Pasaribu, Kusnadi dan Marcus Remiasa.

“Kami terkejut, kok yang hadir ketua dewan. Padahal, maunya Komisi A hanya dialog kekeluargaan dengan Pimpinan Dewan. Tapi kok yang nongol Pak Sunardhi,” lontar Sabron D. Pasaribu, Ketua Komisi A dari fraksi Partai Golkar itu.

Kehadiran Imam Sunardhi ini tak pelak mengundang beribu pikiran dan kekesalan hati para anggota Komisi A. Sebab, komisi yang dikenal vokal dan kritis ini disambati pula oleh 95 anggota lainnya dari 100 anggota DPRD Jatim.

Kekesalan para anggota itu pun sesungguhnya sangat beralasan sekali, karena Sunardhi selaku Ketua DPRD Jatim dari fraksi Partai Demokrat dinilai kurang sembodo dalam berbagai kebijakan. Apalagi pada 1-2 tahun lalu berjanji akan memperhatikan berbagai aspirasi yang bernilai strategis bagi keharmonisan dan kemakmuran anggota Dewan dan rakyat Jatim pada umumnya.

“Lha, kok jawabannya cenderung melenceng dan sekadar janji, seperti yang pernah dilontarkan depan kami. Masak Badan Musyawarah di DPRD Jatim dianggap wadah formal, padahal jelas ini lembaga untuk memusyawarahkan sesuatu masalah maupun aspirasi. Lalu dianggap sebagai keputusan resmi Dewan, kan salah besar dan akibatnya akan melemahkan mental maupun janjinya itu,” sodok Rasyad Manaf yang sembari bertanya dasar hukum formalnya.

DPRD Jatim memang menancapkan sesanti yang patut dipuji dan dijunjung tinggi oleh Pimpinan Dewan, Anggota dan Pemprov Jatim sebagai partner kerja dalam memakmurkan rakyat. “Tahun ini Korupsi harus diberantas karena mempersulit laju kemakmuran rakyat, ini pernyataan DPRD dan Pemprov Jatim dalam memperingati HUT Pemprov Jatim tahun lalu,” tambah Rasyad dari fraksi PKNU.

Sementara Imam Sunardhi, sebagai orang nomor satu di DPRD Jatim itu, tekesan buru-buru saat meninggalkan ruang Komisi A. Ia mengambil langkah seribu, dan tekesan tak berkenan diwawancarai ketika berpapasan dengan wartawan. (jbc5/jbc1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site