Tuntutan Ekonomi Membuat Penderes Legen Beralih Produksi Tuak

\"\"

TUBAN (jurnalberita.com) – Rendahnya harga legen membuat Sucipto (30), penderes legen warga Kelurahan Gedungombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, merubah legen menjadi tuak. Hal itu dikarenakan harga tuak lebih mahal dibanding harga legen.

Saat ditemui jurnalberita.com, Rabu (30/5/12), pria yng biasa dipanggil Cipto ini mengatakan, Ia sengaja memproduksi tuak dengan alasan harga tuak lebih mahal dibanding dengan harga legen. Demi mencukupi dan memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-harinya.

“Ini semua saya lakukan dikarenakan harga legen hanya Rp. 3.500 per botolnya. Sedangkan untuk tuak, saya bisa menjualnya dengan harga sekitar 5.000 per botol,” ujar Cipto.

Ia mengungkapkan, sebenarnya produk asli dari pohon siwalan adalah legen dan buah siwalan. Sedangkan Tuak adalah legen yang difermentasikan dengan jatu, yaitu cacahan beberapa jenis kulit pohon yang dikeringkan yang kemudian dicampur dengan tetesan dari air nira yang menetes dari pohon siwalan. Sedangkan juroh dan gula adalah Legen yang direbus dengan panas api selama berjam-jam hingga airnya menguap dan mengental menjadi gula.

“Maka dari itu saya lebih memilih tuak mas. Selain tidak repot juga karena harga yang mahal. Meskipun kebanyakan orang menganggap tuak itu minuman yang memabukkan, tapi kami juga dituntut memenuhi kebutuhan ekonomi,” ujarnya Sucipto

Ditempat terpisah, Kandi (45)  yang juga penderes legen mengatakan, peminat tuak yang semakin banyak menjadikan harga tuak makin tinggi.

“Saya dulu juga penjual legen mas, tapi semakin hari harga legen semakin rendah, sehingga saya juga beralih produksi tuak. Ini semua disebabkan karena saat ini pabrik besar telah beralih ke gula tebu yang bisa diproduksi secara massal, sehingga legen pun sudah tidak digunakan untuk membuat gula,” ujar Kandi.

Para petani penderes legen berharap, pemerintah juga ikut serta memikirkan jalan keluar atas permasalahan mereka. Sehingga, nantinya kehidupan ekonomi mereka bisa kecukupan tanpa beralih dari penderes legen menjadi produksi tuak yang dapat digolongkan sebagai minuman memabukan. (jbc18/jbc2)

Tags: , ,
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

One Response

  1. TUAK SEBENARNYA TIDAK MEMBAHAYAKAN
    hanya saja salah dalam Memanfaatkan….fungsinya
    jadi pemerintah saya harapkan mengambil solusinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*