Banyak Tower Komunikasi & PLN Berdiri Tanpa Izin

Agus Setyawan – masih banyak perusahaan pemilik tower tidak melakukan registrasi ulang. (foto:jbc15)

PACITAN (jurnalberita.com) – Puluhan menara tower komunikasi yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pacitan, masih saja membandel belum melakukan registrasi perpanjangan izin gangguan (HO). Dari data yang didapat, jumlah menara tower, baik itu tower BTS, radio, serta tower-tower listrik milik PLN yang belum berizin sedikitnya tercatat sebanyak 93 unit.

Kasie Evaluasi Dan Pengendalian, Kantor Pelayanan Perizinan (KPP), Kabupaten Pacitan, Agus Setyawan mengatakan, dari 93 tower tersebut, sedikitnya sebanyak 43 tower telah mati masa perizinannya. Namun demikian, pihak pengusaha pemilik tower, bergeming tidak melakukan registrasi ulang. “Baru 6 perusahaan yang sudah mengajukan permohonan (registrasi),” katanya, Kamis (14/6/12).

Agus mengungkapkan, berulangkali pihaknya melayangkan surat peringatan (SP) kepada perusahaan pemilik menara agar segera mengajukan permohonan registrasi ulang. Kendati begitu, peringatan itu sepertinya tidak mempan.

“Kesannya mereka mbalelo, dengan beragam dalih sehingga tidak mengurus registrasi ulang,” jelas Agus pada awak media.

Kasubag TU, KPP setempat, Marsandi menambahkan, secara periodik pihaknya terus berupaya menyampaikan pemberitahuan kepada pengusaha, minimal satu bulan sebelum masa perizinan itu berakhir. Hal tersebut diharapkan, agar pengusaha paham dan segera mengajukan permohonan registrasi ulang.

“Namun realitanya, memang masih ada saja pengusaha ‘nakal’ yang tidak mengindahkan pemberitahuan kami,” keluh pejabat Eselon IV a tersebut, secara terpisah.

Sementara itu selain persoalan izin gangguan tower, KPP juga lagi concern terhadap kegiatan penambangan pasir di bantaran Sungai Grindulu yang menyalahi prosedur. Berdasar surat laporan Satpol.PP bernomor 545/428/408.55/2012, tentang Laporan Kegiatan Penambang Pasir Di Sungai Grindulu, dari 24 kelompok penambang pasir, disinyalir ada 6 penambang yang melakukan kegiatan penambangan di luar bedak izin. “Persoalan ini tengah kita dalami,” cetus Agus, mengimbuhkan. (jbc15/jbc1)

 

Masih banyak perusahaan pemilik tower tidak melakukan registrasi ulang. (foto:jbc15)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site