Kajari Gresik Bantah Lamban Dalam Menangani Kasus Korupsi

\"\"

GRESIK (jurnalberita.com) Terkait isu yang berkembang di masyarakat yang menyatakan bahwa Kejari Gresik lamban dalam penanganan korupsi Dinas Kelautan Dan Perikanan (DKP) Kabupaten Gresik berupa bantuan 3 Kapal Motor (KM) SQ untuk nelayan senilai Rp 2,1 miliar tersebut, langsung dibantah keras oleh Kajari Gresik.

Kajari Gresik, Bambang Utoyo SH menyatakan Kejari dalam pengungkapan kasus perkara korupsi tidak main- main. “Kami serius menangani perkara korupsi DKP yang merugikan keuangan negara sekitar Rp 1 miliar tersebut,” tegas Bambang Utoyo SH.

Masih menurutnya, memang dalam perkara ini pihaknya terkesan agak lambat. Namun kelambatan ini karena faktor dari tim penyidik Pidsus yang menggali tentang kerugian yang dialami negara akibat tindak pidana tersebut.

“Bukan hanya perkara korupsi DKP saja yang ditangani oleh Kejari Gresik, akan tetapi dalam waktu yang bersamaan kami juga telah melakukan penyidikan pada perkara korupsi yang lainnya. Seperti korupsi pengalihan tanah kas desa Suci yang kini sudah disidangkan di Pengadilan Tipikor Surabaya. Kami juga tengah melakukan penyidikan pada perkara korupsi PLN,” kilahnya.

Masih menurutnya, untuk korupsi DKP kami telah menetapkan 3 tersangka, yakni seorang PNS dan dua orang dari perusahaan yang mendapatkan kontrak pengerjaan proyek pembuatan kapal tersebut. Ketiga tersangka yakni, Ir. Soeminto PNS di DKP Gresik, Ir. Asmaul Amin selaku komisaris CV Marulin (perusahan yang mendapatkan kontrak) dan Ir. Hary Priyanto selaku Direktur CV Marulin.

“Kami telah berusaha menggali unsur korupsi pada perkara ini dengan meminta kepada saksi ahli dari BPKP yang ditunjuk oleh negara untuk menghitung kerugian negara. Sampai hari ini kami belum mendapatkan pernyataan resmi dari BPKP terkait kerugian yang ditimbulkan dari proyek fiktif ini,” urainya.

Untuk saat ini, menurut versi Kejaksaan, kerugian negara yang ditimbulkan pada proyek bantuan kapal nelayan ini sekitar Rp1 miliar. “Pemeriksaan ini akan tetap kami lanjutkan. Kami tidak pernah main-main untuk mengungkap perkara koorupsi,” janjinya. (jbc6/jbc1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*