Kasus Dukun Aborsi Mulai Digelar

\"\"

GRESIK (jurnalberita.com) – Sidang perkara dukun aborsi yang digelar Pengadilan Negeri (PN) Gresik mengagendakan pemeriksaan saksi. Kali ini saksi yang dihadirkan adalah sepasang kekasih yang melakukan aborsi di rumah terdakwa. Acara pemeriksaan keduanya dilakukan secara terpisah dan bergantian, Selasa (19/6/12).

Pertama saksi yang diperiksa adalah Ade Nerissa (16) perempuan yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas ini dalam keterangannya mengatakan bahwa waktu itu dia diajak oleh pacarnya Faris datang ke kediaman terdakwa Miningwati (70) untuk memeriksakan kandungan, dan saksi tidak mengakui kalau tujuan ke rumah terdakwa untuk melakukan aborsi. Tidak hanya itu, keterangan saksi ini juga terkesan terbelit-belit sehingga Majelis hakim, jaksa maupun penasehat hukum terdakwa merasa kesal dengan keterangannya.

Sementara itu, keterangan saksi Faris (22) hampir sama dengan keterangan Ade yang berbelit-belit. Mengenai keinginan untuk menggugurkan kandungan hasil benihnya sendiri, menurut Faris hal tersebut dilakukan atas dasar rayuan dari Mak Wati –panggilan Minningwati. “Karena Mak Wati mengatakan kepada saya, bahwa sebaiknya saya menggugurkan saja kandungan Ade,” kilahnya.

Namun, begitu mendengar pernyataan Faris tersebut, majelis hakim mengajukan pertanyaan, apakah rayuan tersebut disertai dengan ancaman. Faris pun berpikir sejenak, dan mengatakan jika rayuan tersebut tidak disertai dengan ancaman.

Tapi, dalam pernyataan Faris terdapat sesuatu yang janggal. Sebab, awalnya Faris mengatakan jika dirinya harus membayar Rp 6 juta untuk biaya pemeriksaan kandungan Ade. Pernyataan Faris itupun langsung disanggah oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Erwin. “Masak bayar uang Rp 6 juta, dengan pembayaran awal Rp 4,7 juta hanya untuk periksa kandungan? Kenapa mahal sekali?” tukas Erwin.

Mendapatkan pertanyaan seperti itu, Faris pun tampak kebingungan dan kesulitan untuk menjawabnya. Meskipun begitu, Faris hanya terdiam saja. Selain itu, Faris juga mengakui jika saat melakukan aborsi itu, ia melihat bahwa yang keluar dari tubuh Ade bukanlah berbentuk bayi melainkan segumpal darah.

Sidang yang diketuai M Fathan SH ini akhirnya ditunda minggu depan untuk memeriksa keterangan saksi lainnya.

Usai sidang, Pengacara terdakwa, Suyanto SH dengan tegas menyatakan bahwa saksi seakan ada yang mendoktrin untuk tidak mengatakan yang sebenarnya di muka sidang dan terkesan ada yang ditutupi.

“Dari keterangan Faris bahwa janin yang keluar dari rahim Ade bukanlah orok bayi, tapi masih berupa gumpalan darah. Saya yakin klien kami tidak bersalah dalam perkara ini,\” tegasnya. (jbc6/jbc1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*