KH Sholeh Hayat: Sunardhi Pernah Bilang Mundur

\"\"

SURABAYA (jurnalberita.com) – Ternyata H. Imam Sunardhi memang pernah menyatakan mundur, ketika di depan Pimpinan dan Anggota Komisi A. Ini membuktikan mantan Ketua DPD Partai Demokrat Jatim yang ‘memelintir’ pernyataannya sendiri, ketika berdialog di ruang Komisi A bidang Pemerintahan dan Hukum.

“Memang benar, Pak Sunardhi sempat bilang mundur. Ketika dia mengeluh soal beban tugas dan tanggungjawab sebagai Ketua DPRD Jatim, di depan Anggota dan Pimpinan Komisi A,” tandas KH. Sholeh Hayat kepada jurnalberita.com seusai hearing dengan Balitbang Jatim, Rabu, (6/6/12).

Soal pernyataan Sunardhi yang kontra versi itu, menimbulkan persoalan komunikasi politik dan ‘bom waktu’ di kalangan politisi, khususnya yang duduk di Legislatif DPRD Jatim ini. Karena berbagai media yang menyajikan pernyataan mundurnya Sunardhi di Komisi A itu, dimentahkan dan dibantah sendiri olehnya.

Menurut Sholeh, Sunardhi bertutur banyak soal plus minus dirinya, yang akhirnya muncul pernyataan itu. Bahkan, saya dengar bicara soal uang dan gajinya kepada wartawan. Tapi siapa sangka, kalau kemudian mengerucut dan memancing konflik psikologis tak langsung, antara Sunardhi dengan Sabron D. Pasaribu.

“Dan Ketua Komisi A ini tidak mengumbar omongan sembarangan Ketua DPRD Jatim itu,” jelas Sholeh Hayat yang akrab dipanggil Cak Soleh di kalangan keluarga besar Ansor Jatim ini.

Uniknya, Imam Sunardhi yang memangku jabatan Ketua DPRD Jatim mulai tahun 2009 itu, mengaku dan bercerita lain di depan beberapa wartawan yang diundang ke rumahnya, yang berada di belakang rumah dinas Walikota Surabaya itu. “Saya tidak mau dipaksa oleh Komisi A, terkait urusan jadwal kunjungan kerja yang aturannya maksimal 2 hari dan bukan 3 hari. Saya tolak pemaksaan Sabron dalam hal itu. Sebab tak sesuai instruksi Gubernur Jatim. Agar tidak terlibat persoalan korupsi dengan pihak KPK,” lontar Sunardhi yang mengaku, HP-nya pun jarang dipakai lantaran khawatir disadap KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).

Namun, sebagian besar pimpinan fraksi di DPRD Jatim merespon positif dan easy going saja.  “Soal kabar mundurnya Imam Sunardhi dari kedudukannya sebagai Ketua DPRD Jatim, silakan saja dan masalah ini menjadi persoalan internal fraksi dan partainya, yaitu Partai Demokrat,” tandas Ketua fraksi PKS (Partai Keadilan Sejahtera), Arif H. Setiawan dan berharap kinerja Pimpinan Dewan tak terganggu.

Lebih eksplisit, ketua Fraksi Hanura Damai, Kuswanto melihat eskalasi politik belakangan makin tidak jernih dan tak komunikatif. Kalau figur pimpinan merasa tak lagi mampu melaksanakan amanah dan aspirasi anggota, akan lebih baik kalau mengundurkan diri dengan legowo.

“Ayo, kita tunjukkan sikap sebagai orang Jawa Timur yang terbuka demi kebaikan rakyat Jatim, sebab pada setiap pribadi pimpinan itu melekat konsekuensi atas beban kerja dan tanggungjawab besar. Jika memang merasa berat, alangkah baiknya meletakkan amanah itu secara terhormat,” tukas Kuswanto yang juga Ketua Partai Hanura Jatim ini. (jbc5/jbc1)

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*