Perdamaian Kualalumpur, Babak Baru Perbaiki Nasib Sepakbola Indonesia

\"\"

SURABAYA (jurnalberita.com) – Konflik dua kubu di tubuh PSSI, berakhir di Kualalumpur-Malaysia), setelah pihak H. La Nyalla M. Mattalitti dan Prof. Djohar Arifin berkenan menandatangani ‘Perdamaian Kualalumpur’.

Perdamaian yang bersifat sementara dan terpaksa bagi pihak Djohar Arifin itu, merupakan langkah indah sekaligus panas, karena kedua pihak akan bertarung dalam gelanggang KLB (Kongres Luar Biasa) PSSI pada September 2012 nanti.

“Langkah itu merupakan awal babak baru persepakbolaan di Indonesia,” kata Pangeran Abdullah, selaku wakil presiden AFC (Asosiasi Sepakbola Asia).

Abdullah menyebut hal itu untuk kepentingan persepakbolaan di Indonesia. “Untuk itu saya berterima kasih kepada semuanya, juga pihak FIFA yang memberi kepercayaan kepada AFC, dalam memimpin misi ini,” tegas Abdullah yang ditirukan pihak Nyalla.

La Nyalla sendiri menyatakan, dirinya mau menandatangani MoU (Memorandum of Understanding) sebagai jalan kesepakatan damai, jika dianggap ada perseteruan. “Djohar dan saya tidak lagi aktif mengurus PSSI, hal ini sesuai poin penting atas terbentuknya Joint Committee (JC) yang merupakan upaya penyelesaian pertikaian dua pihak di tubuh PSSI,” ungkap La Nyalla, melalui BBM-nya kepada para wartawan.

Menurut Ketua PSSI hasil KLB PSSI Ancol-Jakarta, MoU tertanggal 7 Juni 2012 memuat beberapa kesepakatan yang pelaksanaannya akan diawasi langsung oleh taskfore AFC. “Masing-masing pihak menyodorkan 4 nama untuk duduk dalam JC (Komite Gabu