Puluhan Petak Sawah Mengering, Petani Terancam Gagal Panen

\"\"

PACITAN (jurnalberita.com) – Puluhan petak area persawahan di Desa Sekar, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, mulai mengering. Pantuan jurnalberita.com di lapangan menyebutkan, sedikitnya 27 petak area persawahan padi di wilayah kecamatan paling Barat di Pacitan tersebut mulai kesulitan mendapatkan air.

Tanah yang semula gembur, kini mulai nampak pecah-pecah dan tanaman padi di atasnya nyaris mati, akibat musim kemarau yang mulai datang. Tak pelak, pasokan air menuju sawah menjadi mampet. “Persawahan di sini kebanyakan hanya mengandalkan air tadah hujan. Sehingga saat kemarau seperti sekarang ini, tanahnya mengering,” ujar Mardiono, salah seorang petani, Senin (18/6/12).

Mardiono mengatakan, akibat peristiwa tersebut, banyak petani padi putus asa. Mereka mengaku rugi besar lantaran terancam gagal panen. Namun para petani masih saja punya akal untuk meminimalisir kerugiannya, yaitu dengan memanen padinya lebih awal dan sebagian diantaranya mereka bakar. “Abu hasil pembakaran padi itu, bisa dimanfaatkan untuk pupuk tanaman pengganti. Misalnya seperti palawija yang sebentar lagi akan ditanam,” jelas.

Selain dibakar, sebagian petani juga menyiasatinya sebagai pakan ternak. Namun juga ada sebagian kecil petani yang rela merogoh koceknya, untuk sekedar menyewa diesel agar area persawahannya kembali menghijau.

Fenomena seperti itu sebagaimana dialami Tekad. Petani padi yang terbilang mampu itu, nekat mengeluarkan ongkos sewa diesel dengan harapan tanaman padinya bisa dipanen. “Kalau penyiramannya rutin, diperkirakan bulan depan sudah bisa dipanen mas,” tuturnya di tempat terpisah.

Diakuinya, biaya sewa diesel tidaklah murah. Setiap jamnya, harus keluar ongkos Rp 10.000, belum lagi bahan bakarnya. “Untuk mengairi satu petak sawah, setidaknya dibutuhkan waktu hingga 10 jam lebih,” jelas Tekad. (jbc15/jbc1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*