Sepuluh Keputusan Bersama Untuk MATAKIN

TUBAN (jurnalberita.com) – Usai melakukan unjukrasa menuntut keberadaan Majelis Tinggi Kong Hu Cu Indonesia (MATAKIN) yang sudah meresahkan umat, untuk keluar dari Klenteng Kwan Sing Bio (14/6/12). Forum Peduli Penyelamat Tempat Ibadat Tridharma Kwan Sing Bio (TITD KSB) dan Tjoe Ling Kiong (TLK) melakukan hearing bersama DPRD  dan Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Jumat (15/6).

Hearing bersama yang dipimpin Komisi C DPRD Tuban, Drs. Musa dan Drs. Suwarto tersebut, dihadiri Kementerian Agama Tuban Drs. Leksono dan Drs. Anwar, Pengurus Klenteng Kwan Sing Bio Gunawan PW dan Liu Pramono, Badan Penilik Kwan sing bio Candra Gunawan dan Djong Gun Liong, dan Forum Gondorahono Go Tjong Ping dan dan Ming Swie.

Dalam pers releasenya Tjong Ping menyampaikan, dalam hearing bersama Komisi C DPRD Tuban yang dilaksankan di gedung DPR tersebut, menghasilkan 10 keputusan yang menjadi kesepakatan bersama.

Diantaranya, 1. MATAKIN tidak boleh di TITD KSB, 2. Tidak boleh membuat KTA MATAKIN, 3. Mobil MATAKIN tidak boleh diparkir di garasi Klenteng, 4. MATAKIN tidak boleh membuat fasilitas TITD KSB, 5. MATAKIN tidak boleh memakai uang TITD KSB dan TLK, 6. Pemilihan pengurus Penilik harus segera dilaksanakan, 7. Panitia harus mengumumkan biaya anggaran yang Rp 250 juta sampai Rp 300 juta dengan terbuka, 8. Semua tahapan pemilihan harus terjadwal dan diumumkan di papan pengumuman, 9. Tatib pemilihan harus diumumkan, agar semua umat mengetahui, 10. Panitia harus bersifat netral.

Saat dikonfirmasi oleh jurnalberita.com Tjong Ping, menyampaikan sepuluh keputusan itu sudah menjadi kesepakatan bersama.

“Itu semua sudah menjadi keputusan dan kesepakatan bersama dalam forum yang dipimpin langsung oleh Komisi C DPR Tuban, jadi tidak perlu ada gugat menggugat lagi,” terang Tjong Ping. (jbc18/jbc1)

Leave a comment





*