Sidang Perdana Tewasnya Pelajar SMA Dijaga Ketat

Terdakwa mendapat pengawalan ketat petugas. (foto : jbc18)

TUBAN (jurnalberita.com) – Pengadilan Negeri (PN) Tuban, Kamis (31/5/12) kemarin, menggelar sidang perdana kasus pembunuhan yang dilakukan oleh AP (18) dan AK (19) terhadap Vindy Ovianita (16), siswa kelas dua Sekolah Menengah Atas (SMA) Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban, pada April lalu.

Sidang perdana ini mendapat penjagaan sangat ketat dari aparat kepolisian, termasuk saat kedua terdakwa yang masih tergolong dibawah umur ini memasuki ruang persidangan pengadilan. Sidang pun dilakukan secara tertutup.

Penjagaan ketat terhadap jalannya sidang ini dilakukan untuk menghindari kemungkinan adanya tindakan kekerasan dari keluarga korban maupun terdakwa, yang berkumpul diluar area persidangan.

Akibat penjagaan yang ketat ini, baik keluarga korban maupun terdakwa terpaksa harus kecewa. Mereka tidak dapat menyaksikan secara langsung jalannya persidangan dan hanya bisa mengintip dari celah jendela dan pintu ruang sidang.

Selain membacakan dakwaan untuk dua terdakwa, sidang yang dipimpin Ketua Majlis Hakim, Eni Sri Rahayu ini, juga menghadirkan empat orang saksi, termasuk teman dekat korban.

Dalam persidangan, kedua terdakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) didakwa dengan pasal 80 ayat 3 Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan hukuman penjara maksimal 10 tahun penjara.

Kasus pembunuhan sadis yang dilakukan keduanya yang masih berstatus pelajar SMA tersebut terjadi pada tanggal 22 April 2012 lalu. Korban Vindy Ovianita, siswa kelas dua SMA Negeri di Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban, ditemukan tewas mengenaskan di dasar jurang sedalam lima meter di kawasan Desa Pasehan, Kecamatan Jatirogo.

Pembunuhan tersebut diduga dilatari dan bermotif percintaan. Korban tewas diracun dan dianiaya sebelum jasadnya dibuang ke jurang. (jbc18/jbc2)

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site