Target BPHTP Pacitan Belum Terlampaui

Edi Susilo, intensif lakukan cek lapangan demi terealisasinya target pemasukan BPHTB. (foto:jbc15)

PACITAN (jurnalberita.com) – Kejujuran masyarakat Pacitan, sepertinya tengah diuji. Ini terkait upaya pemkab setempat merealisasikan target pemasukan Biaya Perolehan Hak Tanah Dan Bangunan (BPHTB). Kepala Tata Usaha BPHTB Dan PBB, DPPKA Pacitan, Edi Susilo mengatakan, salah satu kendala belum terlampauinya target pemasukan BPHTB semester pertama tahun 2012, karena rendahnya kesadaran masyarakat pemilik tanah dan bangunan ketika melakukan transaksi jual beli.

Mereka enggan berterus terang soal harga, dengan dalih Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang tertera didalam SPPT, memang rendah. Sehingga dengan alasan tersebut, mereka bisa “terbebas” dari pungutan pajak (BPHTB). Padahal sejatinya, sesuai harga kelayakan di lapangan, tanah maupun bangunan yang mereka beli atau jual itu, jauh diatas ketentuan NJOP tersebut. Edi menuturkan, karakter masyarakat seperti itu, biasanya jamak dijumpai di wilayah perkotaan.

Umumnya pemilik lahan di pinggiran jalan besar, berkelit ketika hendak dikenai pajak. Dengan dalih, sesuai NJOP-nya, tanah mereka masih di bawah ambang batas pengenaan BPHTB. “Mereka biasanya jarang berterus terang soal harga, karena nggak mau dikenai pajak (BPHTB). Ini masalahnya,” jelasnya, Rabu (13/6/12).

Masih kata Edi, hingga awal minggu pertama bulan Juni ini, realisasi pemasukan BPHTB masih jauh dari yang diharapkan. Dari target sekitar Rp 500 juta, baru terealisasi sekitar Rp 170 juta. Seharusnya, target tersebut bisa terlampaui. Itu mengingat, harga tanah dan bangunan di wilayah perkotaan, rata-rata di atas Rp 150.000/meternya. Meski begitu, ia optimistis, pada perubahan APBD nanti, target BPHTB yang ditetapkan sebesar Rp 1,2 miliar akan terlampaui. Pasalnya, masih ada satu objek pajak berpotensi sangat besar, yaitu lahan PLTU di Desa Sukorejo, Kecamatan Sudimoro.

“Kita berupaya semaksimal mungkin melakukan cek lapangan,” jelasnya pada awak media, kemarin. Namun demikian Edi mengakui, upayanya melakukan intensifikasi pemasukan BPHTB tersebut, memang bisa memicu terciptanya situasi dilematis di tengah masyarakat.

“Satu sisi, bagaimana target BPHTP bisa terlampaui. Namun di lain sisi, masyarakat terbebani,” sebutnya. (jbc15/jbc1)

Tags: , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site