Tidak Bisa Berobat, Sumiah Lumpuh Sejak Kecil

\"\"

TUBAN (jurnalberita.com) – Pengobatan gratis yang selalu digembor-gemborkan pemerintah untuk keluarga miskin, nampaknya masih menjadi slogan di kalangan orang-orang yang tidak mampu. Seperti yang dirasakan Sumiah (27) penderita lumpuh, warga Desa Kradenan, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban.

Sumiah mengalami kelumpuhan dikarenakan kakinya yang tumbuh tidak sempurna itu sejak ia masih kecil. Akibat dari kelumpuhan itu, Sumiah menghabiskan hari-harinya di atas tempat duduk berukuran sekitar 25 cm persegi yang telah dimodifikasi secara khusus untuk Sumiah.

Kelainan yang diderita sejak lahir tersebut membuat kedua kakinya tak berfungsi normal, untuk berpindah tempat dan beraktivitas, gadis dari pasangan Tumindar (60) dan Samsiah (57) itu mengandalkan kedua tangannya untuk menyeret tubuhnya yang bertumpu pada papan roda.

Tak hanya lumpuh, Gadis malang itu juga tuli, sehingga untuk berkomunikasi gadis berambut sebahu ini menggunakan bahasa isyarat. Meski demikian, Sumiah tak mau berdiam diri dan menganggur di rumah, Ia kerap minta gendong ibunya untuk diantar ke rumah tetangga.

Samsiah sang ibu mengatakan, sejak kecil memang anaknya tidak pernah dibawa ke rumah sakit untuk diperiksakan kondisinya.

“Tidak ada biaya yang dibuat untuk berobat mas, untuk makan saja masih kurang. Jadi sejak kecil anak saya hanya dipijat-pijat saja,” terang Samsiah.

Sumiah dan keluarganya tinggal di sebuah rumah berdinding sesek (bambu yang dianyam, red), dan cukup memprihatinkan karena bagunan rumah tersebut sudah reot. Bangunan berukuran 3,5 x 7 meter ini hanya berlantai tanah dengan 1 kamar tidur.

Keluarga Sumiah memang hidup di bawah garis kemiskinan, Tumindar sang ayah bekerja mencari ikan di laut, dan setiap harinya hanya mendapatkan penghasilan Rp 20.000 per hari, itupun tidak setiap hari Tumindar melaut, apalagi sekarang ombak laut sedang tinggi. Sedangkan Samsiah sang ibu untuk membantu ekonomi keluarganya dengan menjadi buruh jemur ikan dan pekerjaan kasar lainnya.

“Penghasilan bapak hanya cukup buat makan, bahkan terkadang juga masih kurang. Sehingga saya juga ikut membantu mencari penghasilan dengan menjemur ikan,” tambah Samsiah.

Akibat dari kemiskinan inilah yang membuat keluarga Samsiah jauh dari pelayanan kesehatan. Jangankan untuk biaya berobat, untuk biaya makan sehari-hari saja sangat kesulitan. Sehingga sejak kecil Sumiah tidak pernah diobatkan secara medis karena keterbatasan biaya.

Samsiah sang Ibu berharap ada bantuan kursi roda untuk anaknya, agar anaknya bisa jalan-jalan layaknya anak-anak remaja lainya dari pemerintah atau para dermawan. (jbc18/jbc1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*