Tujuh Perupa Pamer Karya di Go Art Space

Lee Soetikwan didepan lukisan yang tengah dipamerkan di galerinya. (jbc7)

SURABAYA (jurnalberita.com) – Tujuh orang pelukis dari Batu menggelar pameran hasil karyanya di Go Art Space, Jalan Sutorejo Timur H1/40 Surabaya, hingga 27 Juni 2012 mendatang. Pameran tersebut telah dibuka secara resmi oleh pasangan kolektor  seni rupa dari Jerman,  Mr Kyriss dan Miss Dian Kyriss.

Ketujuh perupa antara lain Andri Suhelmi Soeid, Joari Soebardja, Wayoni, Isa Anshori, Rokhim,  Suwandi dan Zhirenk. Mereka para seniman yang aktif berproses kreatif, yang kerap menggelar pameran lukisan hampir di seluruh kota di Indonesia, bahkan hingga ke Hongkong dan Singapura.

Menurut Kus Indarto, kurator pameran, pameran lukisan ini digelar sebagai penghormatan  atas dedikasi dan loyalitas para seniman dari Batu pada pilihan profesinya. Selama ini, mereka bertahan hidup hanya bergantung pada karya lukisannya, yang umumnya beraliran realisme.

Dengan mengambil  tema “Post Techno” (Pasca Tehnologi) , mereka memaknai karya-karya lukisannya sebagai sebuah sikap  dan cara pandang mereka dalam melihat maraknya perkembangan teknologi sekarang.  Lewat lukisan, mereka mengejawantahkan gagasan yang berisi sikap, cara pandang dan opininya terhadap tehnologi  yang telah menjadi bagian penting kehidupan ini.

30 buah karya lukis itu umumnya menggambarkan dampak tehnologi. Ada juga yang melukiskan perihal imajinasi  dan pengendalian  dengan melibatkan unsur tehnologi serta  menempatkan peran tehnologi  untuk menjejakkan persoalan yang melampui unsur tehnologi  itu sendiri.

Visualisasi yang diketengahkan 7 seniman ini telah mempertontonkan kekuatan yang menarik dari para seniman Batu. Pengunjung bisa menilai bahwa krativitas seniman Batu telah berlapis pada beberapa generasi, mulai dari Koempoel, Koeboe Sarawan, hingga ke generasi yang lebih muda. Mereka  juga bisa menjadi salah satu jendela representasi atas kekuatan seniman Batu.  Mereka memberi gambaran bahwa gerak dinamika kreatif seni rupa di Batu cukup dinamis.

Pameran seni lukis karya 7 seniman dari Batu ini digelar atas kepedulian Lee Soetikwan, pemilik GO Art Space yang ‘gila’ seni lukis. “Saya memfasilitasi pameran ini hanya ingin supaya teman-teman perupa bangkit,” ucap Lee singkat.

Dia menambahkan, pameran ini merupakan yang ketiga kalinya digelar di GO Art Space sejak galeri ini diresmikan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini 25 Juni tahun lalu. (jbc7/jbc2)

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site