Antisipasi Lonjakan Harga Pemkab Lakukan Operasi Pasar

bupati

Bupati Indartato tengah berbincang dengan pedagang tempe di Pasar Arjosari

PACITAN (Jurnalberita.com)-Meski harga sejumlah komoditas di pasar mulai stabil, namun Pemerintah Kabupaten Pacitan memastikan tetap menggelar operasi pasar. Ini dimaksudkan untuk menjaga harga terkendali hingga lebaran mendatang.

Bupati Pacitan Indartato saat inspeksi mendadak di Pasar Minulyo, Baleharjo, pasar Arjosari dan pasar Punung Jumat (27/7) menegaskan, lonjakan harga yang terjadi selama ini dinilai memberatkan masyarakat. Apalagi, dampak yang ditimbulkan berantai. Jika harga bahan baku melambung, tentu saja harga produk jadi yang dihasilkan juga ikut meningkat. “Kendati sempat mengalami kenaikan, namun kondisi cukup stabil, dan tak ada kelangkaan untuk jenis-jenis kebutuhan pokok,” tukas bupati.

Namun demikian, lanjut Indartato, operasi pasar tetap menjadi solusi untuk menjaga harga tetap berada pada ambang wajar. Sebagai langkah awal, lanjut bupati, pihaknya akan menyampaikan hasil sidak kepada pemerintah provinsi maupun pusat. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, operasi pasar kali ini diharapkan berlangsung sejak awal Ramadan hingga Idul Fitri. Sebagian pendanaannya mendapat bantuan pemerintah provinsi Jawa Timur berupa biaya transportasi.
Setelah mengalami lonjakan signifikan menjelang awal Ramadan, harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar di Pacitan berangsur normal. Komoditas daging sapi misalnya, harga di tingkat pedagang berkisar 75 hingga 80 ribu rupiah per kilogram. Padahal 6 hari sebelumnya menembus angka 100 ribu rupiah per kilogram. Bahan pangan lain yang relatif tidak mengalami perubahan harga adalah beras, gula dan minyak goreng.

punung

Bupati menyambangi pasar Punung sekaligus menampung keluh kesah para pedagang.

Pantauan di beberapa kios di Pasar Minulyo, harga jual beras super tetap berada pada angka 9 ribu rupiah per kilogram. Begitupun dengan gula pasir yang tetap dijual dengan harga Rp 14 ribu rupiah, dan minyak goreng yang stabil pada harga 11 ribu rupiah per kilogram. Khusus komoditas telur, justru mengalami trend penurunan. Sebelum Ramadan, harga per kilogramnya mencapai 20 ribu rupiah, namun saat ini turun menjadi 16 ribu rupiah per kilogram.

Sementara untuk produk berbahan baku kedelai, seperti Tempe juga tetap setabil kendati mengalami kenaikan. Untuk tempe bungkus daun ukuran kecil di Pasar Punung dijual 1000 rupiah per enam bungkus.(jbc15)

Tags: , , , , , ,
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

One Response

  1. Opsar untuk menstabilkan harga bagus-bagus saja, asal jangan jatuh terbeli ke tangan pedagang.Sehingga rakyat yang menjadi sasaran justru gigit jari alias jauh panggang dari api.
    Mohon juga mengantisipasi para pedagang yang suka “NGGEDOR saat musim mudik apalagi orang luar Pct masuk ke Pacitan, biar tidak jera alias “KAPOK” ke Pct,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site