Diduga Tilap Uang Kas, Kades Ngadirejo Dipolisikan

\"\"

TUBAN (jurnalberita.com) – Karena tak bisa kembalikan uang kas desa sesuai dengan surat pernyataan di atas materai yang telah dibuat, Sulityowati (45), Kepala Desa (Kades) Ngadirejo Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, akhirnya dilaporkan ke aparat kepolisian oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa setempat, Senin (23/7/12).

Informasi yang diperoleh, jumlah total nilai uang kas desa yang tak dapat dipertanggungjawabkan Sulityowati sebanyak  Rp. 610.301.225,-. Hal itu baru terungkap setelah 17 warga Desa Ngadirejo saat “Ngeluruk” Unit I Reskrim Polres Tuban dan meminta keterangan pada penyidik, sejauh mana proses kasus yang sudah dua pekan mereka laporkan.

“Setelah dilaporkan oleh BPD, kabarnya sudah tiga kali dimintai keterangan oleh polisi, namun setelah kejadian itu, Bu Kades tidak pernah ada di rumah” ujar Sutrisno, Bendahara Desa saat dikonfirmasi via Ponselnya.

Imron (42), salah satu tokoh masyarakat desa setempat menyatakan, munculnya dugaan pengelapan dana Kas Desa, sebenarnya sudah berlangsung lama. Konon sang suami Sulistyowati, Ahmad Duri NH, yang juga pernah menjabat sebagai Kades, juga diduga dan terindikasi melakukan pengelapan.

“Pada saat dulu suaminya juga menjadi Kades, laporan tahunan pengunaan uang kas desa juga hanya sebatas laporan lisan. Kadang-kadang juga tertulis, akan tetepi hanya tulisannya saja, sementara pada saat ditanya bendahara desa juga tidak tahu apa-apa” terangnya, saat dikonfirmasi  via Ponselnya.

Dari data yang dapat dihimpun, ketidakberesan LPJ Kades Sulityowati ini berawal pada tahun 2008 yakni sebesar Rp. 58.579.940, tahun 2009 sebesar Rp. 126.457.105, tahun 2010 sebesar Rp. 180.890.450 dan LPJ Tahun 2011 sebesar Rp 492.862.225. berdasarkan laporan (LPJ) tersebut, BPD meminta agar dana tersebut dimasukan ke rekening bank atas nama desa. Tetapi permintaan tersebut tak pernah direspon oleh Kades.

Setelah tak bisa mempertangungjawabkan uang kas desa sampai batas akhir uang akan dikembalikan maksimal akhir Juni 2012, sesuai janji Kades Sulityowati pada tanggal 12 Juni 2012 yang tertera diatas perjanjian bermaterai serta tak menghadiri undangan BPD pada tanggal 25 Juni dan 2 Juli 2012, akhirnya Sulityowati dilaporkan ke polisi.

“Setelah tidak ada pilihan lain, sesuai kemauan dan kehendak masyarakat. Akhirnya pihak BPD melaporkan hal ini pada aparat kepolisian resort Tuban pada 7 Juli 2012,” terang Tamat, salah satu anggota BPD Desa Ngadirejo.

Sementara, hingga saat ini, baik Kades Sulityowati maupun Unit I Reskrim Polres Tuban sulit dimintai komentar serta konfirmasinya terkait laporan warga Desa Ngadirejo tersebut. (jbc18/jbc2)

Tags: 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*