Dukun Aborsi Dituntut 2 Tahun Penjara

Terdakwa dalam sidang. ( foto : jbc6)

GRESIK (jurnalberita.com) – Dukun yang menjadi terdakwa tindak pidana aborsi Miningwati (70) warga Jl Akim Kayat gang 7 Kelurahan Sukorame Kecamatan Kota , akhirnya dituntut 2 tahun penjara oleh JPU Wido Utomo dan Erwin Praja.

Menurut jaksa, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana menggugurkan kandungan seseorang wanita sehingga terdakwa telah  melanggar pasal 348 ayat (1) jo 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Semetara itu, terdakwa Titik Puji Lestari (terdakwa yang juga ikut membantu melakukan aborsi dan berkasnya di split) dituntut dengan hukuman 1 tahun dan 6 bulan oleh JPU. Dalam tuntutannya, jaksa mengungkapkan bahwa  terdakwa Titik terbukti bersalah secara bersama-sama melakukan tindak pidana menggugurkan kandungan dengan persetujuannya, melanggar pasal 348 ayat (1) jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP, dituntut hukuman selama 1 tahun dan 6 bulan.

Sidang dengan Majelis Hakim yang diketuai M.Fathan akhirnya ditunda minggu depan dengan agenda pembacaan putusan.

Seperti diberitakan, terdakwa Miningwati dan Titik Puji Lestari diajukan ke Pengadilan Negeri (PN) Gresik dengan dakwaan telah melakukan aborsi.

Perbuatan tersebut dilakukan terdakwa sekitar bulan Februari 2012, waktu itu dirumah terdakwa Miningwati  yang dijadikan praktek dukun bayi didatangi oleh pasangan ABG Ade Nerissa dan Faris Indarto (belum menikah dan masih berstatus pelajar) dengan maksud untuk memeriksakan kandunganya, karena perutnya sering kesakitan.

Terdakwa pun memeriksa kandungan Ade, dan mengatakan kepada pasangan tersebut, jika kandungan Ade sudah berusia sekitar 4 bulan.

Sehingga, untuk menghindari rasa sakit yang terus berlanjut itu, terdakwa menyarankan untuk menggugurkan kandungannya. Baik Ade maupun Faris pun menyetujui hal tersebut, terlebih kedua pasangan tersebut masih berstatus sebagai pelajar SMA di sebuah sekolah di Gresik.

Setelah melakukan proses aborsi, terdakwa kemudian meminta pembantunya, Titik Puji Lestari (juga menjadi terdakwa secara terpisah/split) untuk membungkus janin bayi yang sudah meninggal tersebut.

Selanjutnya Titik pun meminta tolong kepada Ririn dan Devi yang keduanya masih DPO, untuk menguburkan janin malang tersebut. (jbc6/jbc2) 

Tags: , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site