Harga Es Batu Cekik Nelayan dan Tak Sesuai SK

\"\"

LAMONGAN (jurnalberita.com) – Penambahan dan pembangunan sebuah pabrik es batu yang dilakukan Perum Prasarana Perikanan Samudra (PPS) cabang Brondong pada tahun 2011 lalu, tak membuat harga es batu semakin murah.

Harga salah satu kebutuhan bagi nelayan di Pelabuhan Brondong tersebut justru semakin mahal. Bahkan diduga tak sesuai dengan tarif baku dalam aturan atau SK Perum Prasarana Perikanan Samudra.

Dari pantauan jurnalberita.com di Pelabuhan Brondong, ratusan balok es batu dibutuhkan dan diangkut ke dalam puluhan kapal nelayan yang tengah sandar, baik kapal nelayan yang membongkar hasil tangkapan maupun kapal yang akan berangkat untuk menangkap ikan.

Salah seorang satu juragan kapal ikan yang baru merapat di dermaga saat ditemui jurnalberita.com, Senin (23/7/12) kemarin mengatakan tangkapan yang diperoleh menurun namun untuk kebutuhan es batu, ia membutuhkan ratusan balok es batu setiap kali melaut.

“Ukuran palka kami bisa menampung 16 ton ikan, sementara kami melaut selama 15 hari hanya mendapatkan 10 ton aja. Kalau keperluan balok es bisa mencapai antara 500 – 800 balok es sekali jalan. Belinya seharga Rp. 9 ribu tiap balok es hingga sampai kapal,” ungkapnya, tanpa bersedia menyebutkan namanya.

Ia mengaku tak mengetahui berapa harga resmi tiap balok es batu sesuai yang tertera pada SK Perum karena tidak ada daftar harga yang tertempel di pabriknya.

“Kami ya tahunya Rp. 9 ribu tiap satu balok es sampai kapal. Mungkin aja ongkos angkut dari pabrik dan kuli yang membuat harganya mencapai Rp.9 ribu, meski pabriknya sekitar 200 meter dari dermaga,” ujarnya sinis.

Ditempat terpisah, salah seorang warga Brondong tinggal tak jauh dari pelabuhan, kepada jurnalberita.com, sepengetahuannya, sesuai SK Perum PPS, besarnya harga jual Rp.4.500 per buah atau tiap balok es batu.

“Jadi kalau dijual seharga Rp. 9 ribu, pihak Perum PPS Cabang Brondong terlalu banyak mengambil keuntungan. Terus apa gunanya tarif atau daftar harga yang tertuang di SK Perum PPS itu ?” jelasnya.

Sementara, saat jurnalberita.com hendak mengkonfirmasikan terkait mahalnya penjualan balok es yang tidak sesuai tarif SK pada Sunaryo, Kepala Prasarana Perikanan Samudra cabang Brondong di kantornya Perum, petugas security yang tengah piket mengatakan bila Sunaryo tengah ke Jakarta, meski mobilnya terlihat tengah terparkir di garasi kantor.

“Pak Kepala pergi ke Jakarta dan Humasnya juga keluar memperbaiki mesin foto copy sekitar jam 08.30 tadi,” ujar security yang piket, Senin (23/7/12). (jbc3/jbc2) 

Tags: , , , , , ,
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

One Response

  1. seharusnya, jika harga es balok naik, produsen memberi tahu para konsumen. apa dan mengapa mereka (produsen) menaikkan harga es balok tersebut. jadi, para konsumen tak merasa kabur/ curiga akan uang mereka.

Leave a R