Haryono Suyono Dorong Gemar Makan Ikan

Hasil Perikanan Harus Banyak Inovasi Olahan

posdaya pacitan

Haryono Suyono sedang melihat-lihat hasil olahan ikan dari kelompok Posdaya Pacitan.

PACITAN (Jurnalberita.com)-Melimpahnya potensi perikanan dikabupaten Pacitan, diharapkan mampu menjadikan kawasan dipesisir paling selatan Jawa timur ini, menjadi penggerak gemar makan ikan bagi daerah-daerah lain. Ungkapan itu disampaikan tokoh Nasional yang juga pencetus program Pos Pemberdayaan Masyarakat (Posdaya) Prof. Dr. Haryono Suyono, saat berada di Pacitan, Rabu(11/7)

Putra asli Pacitan itu menyatakan, harapan tersebut bukan tanpa alasan. Pacitan merupakan wilayah pantai dengan sumber daya laut melimpah. Bahkan meski 70 hingga 80 persen wilayahnya pegunungan, namun sangat potesial untuk pengembangan budidaya ikan air tawar. Seperti untuk jenis ikan lele maupun ikan nila.

“Potensi ini dapat menjadi nilai tambah jika  mampu terkelola dengan baik. Bukan hanya sebatas dijual mentah, namun dikembangkan dalam bentuk produk olahan,” tukas Haryono Suyono.

Untuk itu lanjut Haryono,  pihaknya bekerjasama dengan Badan Penelitian Dan Pengembangan Kelautan Dan Perikanan Kementerian Kelautan Perikanan, mengandeng kelompok Posdaya Pacitan menyelenggarakan pelatihan Pengelolaan hasil Perikanan.

“Selain untuk peningkatan ekonomi,berbagai olahan dari ikan ini diharapkan menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk gemar makan ikan,” ujarnya.

Harapan sama juga disampaikan sekretaris daerah Pacitan Ir Mulyono MM. Menurutnya, meski 7  dari 12 kecamatan di kabupaten Pacitan merupakan wilayah pantai, namun,tingkat konsumsi ikan masyarakat masih rendah, yakni 11 kilo per kapita. Namun, jika dilihat dari sisi ekonomi pendapatan rata-rata pengolah hasil ikan per tahun sudah diatas Upah Minimum Kabupaten (UMK).

damandiri dan kementrian kelautan

Penanda tanganan kerjasama antara Damandiri dan Kementerian Kelautan.

Upah minimum Pacitan saat ini Rp.7,5 juta per tahun sedangkan, rata-rata masyarakat pengolah perikanan sudah Rp.11 juta per tahun. Dengan banyaknya pelatihan serta alih tekhnologi, diharapkan kelompok pengolah hasil perikanan di Pacitan lebih berkembang. Dari 359 saat ini menjadi 718 kelompok di tahun 2015. Terlebih kabupaten Pacitan telah ditetapkan oleh Kementerian Kelautan Dan Perikanan Sebagai Kawasan Minapolitan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan Perikanan Pacitan Fatkhurrodzi, mengatakan, tahun 2011 lalu, jumlah produksi ikan laut mencapai lebih dari 6000 ton. Sedangkan budidaya ikan air tawar mencapai 377.095 ton. Dengan rincian ikan lele 325.095 ton dan nila 52 ton. Produksi tersebut dihasilkan dari 135 kelompok pembudidaya yang anggotanya sebanyak 1.665 orang.

Untuk tahap awal, pelatihan Pengelolaan hasil Perikanan baru untuk tiga kelompok Posdaya. Yakni kelompok pengolahan hasil perikanan kecamatan Kebonagung, Pacitan dan Watukarung kecamatan Pringkuku. Sedangkan Program sama hasil binaan dinas Kelautan dan Perikanan sudah berjalan di beberapa wilayah, seperti, desa Sirnoboyo, Kembang serta wilayah-wilayah di kecamatan  Ngadirojo dan Sudimoro.(jbc15)

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site