Kapal Pemasang Pipa JOB-PPEJ Merusak Rumpon

Kapal pemasang pipa minyak terlihat menabrak rumpon milik nelayan. (jbc3)

TUBAN (jurnalberita.com) – Kekhawatiran nelayan, khususnya nelayan Tuban Kota  yang memiliki anggas atau rumpon, terhadap operasional kapal yang melakukan pemasangan pipa minyak Join Operating Bodi Pertamina-Petrochina East Java (JOB PPEJ) menjadi kenyataan. Nelayan pun merasa dirugikan akibat rumpon milik mereka rusak diterjang kapal.

Mereka pun menyayangkan sikap kontraktor rekanan JOB PPEJ yang melakukan pemasangan pipa di laut. Pasalnya, selain rumpon atau aggas mereka rusak, mereka juga tidak pernah mendapatkan sosialisasi tentang adanya pengerjaan pemasangan pipa tersebut, baik dari dinas terkait maupun dari kontraktor pelaksana proyek.

Dari informasi yang diperoleh jurnalberita.com, sosialisasi pemasangan pipa hanya dilakukan pada para nelayan di Kecamatan Palang. Dampak dari tidak adanya sosialisasi, nelayan Tuban Kota pemilik rumpon merasa aman. Namun, berbeda dengan kenyataan di lapangan, ada 3 rumpon milik nelayan Tuban yang terancam tertabrak kapal pemasang pipa. Bahkan dua rumpon nelayan dikabarkan mengalami kerusakan ditabrak kapal.

Sebelumnya, para nelayan yang memiliki 4 rumpon melaporkan juga melaporkan kepada ketua rukun nelayan bila rumponnya juga terancam tertabrak kapal pemasang pipa milik JOB Petro China di laut sebe;ah utara Palang. Saat itu juga Ketua Rukun Nelayan kota Tuban, Turiman langsung mengecek kebenarannya.

“Saya dilapori oleh pemilik rumpon yang ditabrak kapal yang masang pipa minyak milik JOB Petro China. Langsung saja saya datangi lokasi rumpon yang dilaporkan mengalami kerusakan. Saya juga sudah melapori ke Dinas Kelautan Tuban dan disuruh membuat laporan tertulis,” ungkap Turiman, saat ditemui jurnalberita.com dirumahnya, Kamis (26/7/12).

Ditempat terpisah A.Basith Syarwani, Fiel Admin Superintendent yang dihubungi via telepon mengaku tengah berada di Jakarta. “Maaf saya masih di Jakarta. Kami sudah sosialisasikan di Palang dengan Nelayan Palang. Kalau ada rumpon atau jaring milik nelayan yang rusak ditabrak kapal, lapor ke Dinas Kelautan atau Kamladu dan nanti akan diselesaikan di darat oleh kontraktorya untuk mendapatkan ganti rugi,” ujar A.Basith.

Sementara itu, saat dikonfirmasi mengenai rusaknya rumpon milik nelayan yang ditabrak kapal pemasang pipa, Rudi penanggungjawab pemasangan pipa minyak dari kotraktor rekanan JOB PPEJ mengatakan, pada Jumat (27/7/12) pagi tadi, pihaknya telah melakukan pertemuan untuk membahas masalah ganti rugi.

Pertemuan itu, lanjut Rudi, dihadiri beberapa pihak diantaranya, perwakilan kontraktor, perwakilan JOB PPEJ, pihak Keamanan Laut Terpadu (Kamladu), Rukun Nelayan serta nelayan pemilik rumpon.

“ Rencananya, besok pagi kita akan survey ke lokasi rumpon tersebut,” jelas Rudi melalui telepon selulernya. (jbc3/jbc2)

Subscribe to Comments RSS Feed in this post

One Response

  1. Pihak kontraktor menunjukkan ke aroganan dalam mengerjakan penanaman pipa di laut Tuban !!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*


*


Switch to our mobile site